Dekranasda DKI Jakarta Kembali Menggelar JakCraft 2019

Dekranasda DKI Jakarta Kembali Menggelar JakCraft 2019Dekranasda Prov DKI Jakarta. - Ist
28 November 2019 11:17 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA– Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta memperkuat komitmen dalam membina dan memajukan perajin Jakarta melalui berbagai kegiatan, salah satunya yang resmi digelar hari ini yaitu JakCraft 2019.

Pameran kerajinan yang telah menginjak tahun ke-11 ini akan berlangsung selama 4 (empat) hari mulai tanggal 25 – 28 November 2019 di Lantai Dasar Gedung G, Gedung Balaikota DKI Jakarta. JakCraft 2019 diresmikan langsung oleh Fery Farhati - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta, dan Adi Ariantara - Ketua Bidang Pameran dan Komunikasi Pemasaran Dekranasda Provinsi DKI Jakarta.

JakCraft 2019 adalah ruang kreasi dan promosi bagi perajin Jakarta. Dekranasda DKI Jakarta terus berkomitmen dan berupaya agar para perajin memiliki kesempatan yang luas untuk bereksplorasi dengan kerajinan dan menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat”, ujar
Fery Farhati, Ketua Dekranasda Provinsi DKI Jakarta, dalam rilisnya, Rabu (27/11/2019).

Mengusung tema “Urban Jakarta Festival”, JakCraft 2019 terinspirasi dari maraknya pertumbuhan ekonomi kreatif di kalangan milenial Jakarta. Sudah saatnya Indonesia mulai mempertimbangkan potensi ekonomi kreatif yang diprediksi mampu menjadi kekuatan baru pada sektor ekonomi.

Di antara 16 sub-sektor ekonomi kreatif, ada tiga sub-sektor unggulan penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi yakni kuliner, fashion, dan kriya, yang juga menjadi menu utama setiap penyelenggaraan JakCraft. Tema yang diusung juga tercermin pada dekorasi acara. Berbagai miniatur sarana dan prasarana di Jakarta, yang kini sedang digaungkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, turut mempercantik tempat pelaksanaan acara.

JakCraft 2019 yang digelar di Lantai Dasar Gedung G, Gedung Balaikota DKI Jakarta diikuti oleh 46 peserta mulai dari bidang kerajinan, fashion, perabot rumah tangga, dan kuliner. Terdiri dari 26 perajin Dekranasda Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Hukum dan HAM yang akan memamerkan produk karya
narapidana atau mantan narapidana, BNN Provinsi DKI Jakarta dengan produk karya anak rehabilitasi, Dinas Pendidikan dengan produk karya pelajar disabilitas dan SMK, Komunitas Jejaring Craft, Komunitas Pelukis Kopi, dan komunitas kerajinan berbahan dasar kain.

Selain itu, para pendukung pameran dari pelaku usaha makanan/minuman antara lain Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) dari lima wilayah, binaan dari Dinas Koperasi UKM serta Perdagangan, Dharma Wanita, PKK/UP2K, IWAPI DKI Jakarta, dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LBK).

JakCraft 2019 juga memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk mengikuti demo produk yang dimeriahkan oleh pameris JakCraft 2019. Demo diselenggarakan setiap hari selama pameran berlangsung pada pukul 12.00 - 13.00 WIB di Panggung Utama JakCraft 2019. Tak hanya itu, peserta
Demo Produk diperbolehkan untuk membawa pulang hasil karyanya.

Untuk masuk ke dalam area JakCraft 2019, pengunjung tidak dikenakan biaya alias gratis. Pengunjung JakCraft 2019 yang membawa kendaraan pribadi bisa memarkir kendaraannya di area parkir IRTI dan untuk pengunjung yang ingin menggunakan transportasi umum TransJakarta bisa transit di Halte Balaikota untuk selanjutnya menuju Gedung G, Balaikota DKI Jakarta.

Pada hari ini, juga digelar Konferensi Media dengan narasumber Fery Farhati – Ketua Dekranasda Provinsi DKI Jakarta. Bersamaan dengan JakCraft 2019, sebagai bentuk dedikasi Dekranasda DKI Jakarta dalam mempublikasikan serta memasarkan produk karya perajin Jakarta, pada 27 November 2019 Dekranasda DKI Jakarta akan meresmikan salah satu gerai barunya di Museum Sejarah Jakarta (Fatahillah), Kota Tua. Di Gerai Museum Sejarah, pengunjung akan menemui berbagai kerajinan khas Jakarta yang bisa dijadikan cinderamata.

Serangkaian kegiatan yang diselengarakan Dekranasda Provinsi DKI Jakarta tak lain bertujuan untuk keberhasilan perajin Jakarta dalam mempromosikan produk-produk perajin. Dalam hal ini untuk memudahkan pendataan, Dekranasda Provinsi DKI Jakarta menyusun Sistem Informasi Perajin (SIP)
yakni pengembangan database secara online yang berisi tentang informasi anggota perajin binaan Dekranasda Provinsi DKI Jakarta.

Melalui SIP perajin akan mendapatkan informasi mengenai program dan kegiatan pelatihan pengembangan kerajinan serta usaha, publikasi dan promosi (pameran), kerjasama dengan instansi pemerintah maupun swasta. Dekranasda Provinsi DKI Jakarta membuka kesempatan bagi calon perajin Jakarta untuk mendaftar melalui: dekranasda-sip.jakarta.go.id.

Dalam upaya mengapresiasi perajin sebagai penyambung sejarah, Fery juga memaparkan bahwa sejak Juli lalu Dekranasda Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan beberapa organisasi menginisiasi ajang penghargaan untuk para perempuan penggerak, salah satunya sosok perajin yang telah berkontribusi
dalam memajukan ekonomi kreatif, serta menghasilkan kerajinan yang bermanfaat bagi sekitar melalui pemberdayaan masyarakat dan lingkungan.

Penghargaan ini dikemas melalui kegiatan Ibu Ibukota Awards, ajang apresiasi bagi perempuan penggerak yang melakukan #AksiHidupBaik dengan
memberdayakan masyarakat dan lingkungan di DKI Jakarta. Puncak kegiatan ini akan diselenggarakan 20 Desember mendatang di Senayan City.

Terdapat 4 perajin Jakarta yang kini masuk sebagai nominasi Ibu Ibukota Awards bersama 21 sosok lainnya, mereka adalah Tati L. Purba: #AksiHidupBaik dan kepiawaiannya mendidik anak-anak SLB untuk membuat kerajinan tangan yang bernilai jual dan menciptakan bisnis yang berkelanjutan dengan tujuan supaya anak-anak didiknya mandiri dan bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri tanpa bergantung pada orang lain.

Lalu Ibu Irmanita Hutabarat: #AksiHidupBaik untuk memberikan pelatihan membatik, menyulam dan menjahit bagi ibu-ibu di Rusun Marunda yang telah kehilangan pendapatan karena relokasi. Ibu Irma mengambil peran untuk memasarkan karya ibu-ibu ini melalui Batik Marunda. Batik Marunda
merupakan batik dengan ciri khas warna hitam dengan motif kekayaan alam dan kearifan Jakarta.

Batik ini telah dipromosikan melalui berbagai pameran di dalam dan luar negeri, serta telah digunakan oleh para perancang busana Indonesia sebagai bahan rancangan mereka, bahkan telah ditampilkan di Jakarta Fashion Week. Kemudian ada Ibu Ratih Puspitawati: Memberdayakan para tetangganya dengan membuat kerajinan aksesoris hijab.

Pada awalnya, #AksiHidupBaik yang ia lakukan tidak semata-mata untuk pemenuhan finansial namun lebih kepada penyediaan lapangan kerja. Kini, Poes Craft yang ia besarkan sudah diundang ke pamera-pameran di dalam dan luar negeri. Yang terakhir adalah Ibu Chevie Mawarti: Mengolah limbah menjadi berkah, demikian #AksiHidupBaik yang ia lakukan. Selain menciptakan kerajinan unik dan bernilai jual tinggi, pemilik Arnetta Craft ini mampu memberdayakan para perempuan antara lain tahanan di Lapas Wanita Pondok Bambu, yatim piatu, dan penyandang disabilitas. Tujuannya mulia, yaitu mendorong perempuan untuk mandiri secara ekonomi.

Pada tahun 2020 Dekranasda Provinsi DKI Jakarta akan menyelenggarakan beberapa kegiatan antara lain Pameran Kerajinan Anak, Jakarta Souvenir Design Awards (JSDA), dan tentunya JakCraft 2020.

Dekranasda Provinsi DKI Jakarta berharap kegiatan ini mampu melestarikan dan memberikan inovasi bagi Kota Jakarta di bidang ekonomi kreatif.