Jelang Nataru, Bulog Pastikan Stok Aman

Jelang Nataru, Bulog Pastikan Stok AmanKepala Kanwil Perum Bulog DIY Juaheni (kanan) ketika mengecek stok beras di Gudang Bulog Purwomartani, Kalasan, Sleman, Rabu (4/12)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
06 Desember 2019 10:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Perum Bulog DIY memastikan pasokan bahan pangan aman untuk menghadapi momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Kanwil Perum Bulog DIY Juaheni mengungkapkan akhir Desember terdapat momentum Natal dan malam Tahun Baru yang disertai dengan musim liburan sekolah. Hal ini membuat kecenderungan permintaan bahan pangan meningkat sehingga memengaruhi harga di pasaran. Ditambah lagi musim panen yang belum serentak seringkali menjadi faktor naiknya beberapa kebutuhan pokok termasuk beras."Perum Bulog sebagai lembaga yang mendapatkan penugasan dari Pemerintah sebagai penjaga ketersediaan, keterjangkauan, serta mewujudkan stabilisasi bahan pangan senantiasa menjalankan fungsinya sebaik mungkin di seluruh wilayah NKRI termasuk Perum Bulog Kanwil DIY," kata dia kepada wartawan di sela-sela kunjungan di Gudang Bulog Purwomartani, Kalasan, Sleman, Rabu (4/12).

Ia menjelaskan ketersediaan beberapa komoditas pangan yang di kuasai oleh Bulog, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bahkan daging semua dalam kondisi cukup. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan bahan pangan selama Nataru.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan pasokan stok pangan di DIY dan sekitarnya. Kami sudah siapkan stoknya cukup untuk wilayah DIY dan sekitarnya,” jelas dia.

Ia menjelaskan stok cadangan beras pemerintah di Gudang Bulog di seluruh wilayah kerja DIY yang meliputi eks Karesidenan Banyumas dan Kedu mencapai 40.000 ton. Jumlah ini cukup untuk empat bulan ke depan sambil menunggu masa panen pertama awal tahun 2020. Stok komoditas selain pangan pokok seperti gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, dan daging pun sangat memadai yang rata-rata mencukupi untuk tiga hingga empat bulan ke depan.

 

Pasar Murah

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Apriyanto mengungkapkan untuk menjaga kestabilan harga bahan pangan di pasaran terutama menyambut Nataru, Disperindag DIY akan menggelar pasar murah. Pasar murah ini akan diadakan di halaman kantor Disperindag DIY pada 19 dan 20 Desember. Sementara untuk operasi pasar beras dilaksanakan pada 27 November-16 Desember 2019. "Kami mengalokasikan 20,5 ton beras medium untuk OP beras murni di empat kabupaten dan kota. Apabila dipandang perlu kita tingkatkan kembali jumlah OP beras murninya," ujar dia.

Ia mengungkapkan kondisi harga saat ini masih fluktuatif dan tergantung jenis beras. "Secara keseluruhan stabil walaupun ada kenaikan dan penurunan harga tetapi hal tersebut dinilai tidak begitu signifikan," ungkap dia.

Kepala Biro Administrasi, Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan Tim Pengendalian Infasi Daerah (TIPD) DIY akan memantau harga komoditas bahan pangan di kabupaten/ kota baik di pasar, distributor dan grosir pada 9 hingga 13 Desember 2019. Fokus komoditas yang akan dipantau adalah volatile food yang bisa dikendalikan terutama untuk kebutuhan masyarakat menghadapi Nataru.

"Kami siap menerjunkan tim pemantauan harga volatile food jelang Nataru di kabupaten/ kota se-DIY.  Sebelumnya kita hanya memantau pasar dan distributor, kini ditambah grosir yaitu supermarket yang harganya relatif terkendali dan pasokannya banyak," ungkap dia.

Harga Pangan per 4 Desember 2019

Komoditas                          Harga (per kg)

Daging ayam broiler        Rp32.667

Telur ayam negeri            Rp23.000

Cabai merah keriting      Rp20.333

Cabai merah besar          Rp19.333

Cabai rawit hijau               Rp21.000

Cabai rawit merah           Rp27.333

Bawang merah                  Rp26.333

Bawang putih kating       Rp27.333

Bawang putih sinco         Rp23.667

Sumber: Disperindag DIY