Libur Usai, Okupansi Hotel Mulai Turun

Libur Usai, Okupansi Hotel Mulai TurunIlustrasi hotel - JIBI
06 Januari 2020 09:27 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Musim libur Natal dan Tahun Baru segera usai. Okupansi atau tingkat hunian kamar hotel pun berangsur turun.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengungkapkan pada Natal dan Tahun Baru bisnis hotel panen karena meningkatnya tamu yang menginap. Pada Nataru, tingkat hunian kamar hotel rata-rata mencapai 95%. Namun seusai Tahun Baru, okupansi menunjukkan penurunan.  "Mulai Kamis [2/1], sudah menurun. Rata-rata di 55 persen. Pada akhir pekan ini [Jumat-Minggu, 3-5/1] kami harapkan meningkat lima hingga 10 persen menjadi 60 persen atau 65 persen," ungkap dia, Sabtu (4/1).

Marcomm Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta Khairul Anwar mengungkapkan Royal Ambarrukmo Yogyakarta memiliki 247 kamar tamu dengan tujuh tipe kamar. Pada periode  23 Desember 2019 hingga 2 Januari 202 tingkat hunian kamar menembus rerata 85%. Pada beberapa hari bahkan bisa menembus 100%. "Pada 4 dan 5 Januari kini, tingkat hunian kamar mulai menunjukkan grafik menurun ke rerata 55 persen saja. Namun, ia mengatakan pada weekdays dan ke depannya menunjukkan tren yang kurang lebih sama atau bila ada kenaikan hanya di kisaran lima persen dari 55 persen tersebut," jelas dia.

Pria yang karib disapa Awang ini mengungkapkan pihaknya memprediksi pada Januari dan Februari 2020 okupansi akan dapat mencapai 61%. Hal ini tidak jauh berbeda dengan tren 2019 dan 2018 lalu. Hunian kamar akan didominasi oleh keluarga atau pribadi dan beberapa korporasi yang mengadakan meeting awal tahun. "Sedangkan pemerintahan/BUMN sendiri akan mulai aktif kembali pada Maret dan bulan-bulan selanjutnya," terang dia.

 

Tergantung Situasi

Adventa Pramushanti, Public Relations Manager Hotel Tentrem Yogyakarta menyebutkan tingkat hunian pada Sabtu ini, masih di atas 80%. "Masih ramai. Minggu baru turun ke 50 persen," kata dia.

Menurutnya, tingginya hunian selama libur Tahun Baru tergantung dari 1 Januari jatuh pada hari apa. Ketika 1 Januari terjadi pada akhir pekan maka setelahnya akan langsung sepi. Sebaliknya, ketika 1 Januari jatuh pada awal atau tengah minggu, tingkat hunian cukup tinggi.

"[Tahun Baru] Yang tahun ini termasuk bagus. Sepanjang Desember, okupansi terhitung ok. Awal sampai tengah ramai orang meeting. Sesudah itu ramai orang liburan. Dan ini kayaknya merata di semua hotel di Jogja," kata dia.

Ia menjelaskan para tamu di Tentrem memiliki karakter yang unik. Para tamu memang sudah sejak awal ingin menginap di Tentrem ketika berkunjung ke Jogja. Keunikan itu disambut oleh manajemen hotel dengan menghadirkan promo menarik sehingga para tamu semakin yakin untuk menginap di Tentrem.

"Paket yang kami tawarkan yakni paket kamar yang bundling sama dinner. Paketnya starts from Rp5,783 juta/room/two nights. Itu sudah termasuk New Year dinner untuk dua orang. Pada perayaan Tahun Baru 2020 ini, kami menghadirkan Citra Scholastika," kata dia.

Lain halnya dengan Hotel Santika Premiere Jogja. Meskipun masa libur Natal dan Tahun Baru akan segera berakhir, tingkat hunian di Santika Premiere Jogja masih tetap tinggi. Marketing Communication & E-Commerce Hotel Santika Premiere Jogja Theodora Pradita menyebutkan okupansi pada Sabtu masih 95%. "Kalau okupansi pada 5 dan 6 Januari 2020 juga masih tinggi yaitu 98 persen," ujar dia.