LPS Prediksi Pertumbuhan DPK Lebih Tinggi Dibanding Kredit, Ini Dasarnya

LPS Prediksi Pertumbuhan DPK Lebih Tinggi Dibanding Kredit, Ini DasarnyaIlustrasi pengunjung melintas didepan mesin anjungan tunai mandiri (ATM). - Bisnis Indonesia/Endang Muchtar
11 Januari 2020 08:22 WIB Lalu Rahadian & Muhammad Khadafi Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkap besarnya potensi nilai simpanan masyarakat tumbuh lebih tinggi dibanding kenaikan penyaluran kredit pada 2020. Hal ini terjadi karena faktor eksternal dan internal. 

Sekretaris LPS Muhamad Yusron mengatakan indikasi pertumbuhan simpanan yang lebih tinggi dari kredit telah terlihat sejak pertengahan 2019. Prediksi ini bisa terwujud di 2020 jika kondisi ekonomi dan sentimen investor terhadap perekonomian Indonesia tidak membaik.

“Indikasi hal ini sudah terpantau sejak pertengahan tahun lalu. Selain karena sisi kredit yang cenderung melambat, namun adanya ekspansi fiskal di Pusat dan daerah yang didukung pula arus inflow positif di pasar bond mendorong pertumbuhan simpanan lebih baik,” ujar Yusron kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Jumat (10/1).

Berdasarkan Data Distribusi Simpanan Bank Umum yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola bank umum per November 2019 tumbuh 6,54% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp6.042 triliun. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018.

Pada saat yang sama, berdasarkan data Analisis Uang Beredar November 2019 yang dirilis Bank Indonesia kredit perbankan tercatat tumbuh 7% yoy menjadi Rp5.549,4 triliun. Hal ini menunjukkan tipisnya margin pertumbuhan DPK dan kredit perbankan di akhir 2019. “Jika sentimen bisnis dan ekspektasi terhadap ekonomi bisa lebih positif kemungkinan pertumbuhan kredit di Semester II/2020 akan lebih balance dengan simpanan,” kata Yusron. 

Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Wisnu Wardhana mengatakan perlambatan kredit satu tahun terakhir menjadi keuntungan tersendiri di tengah lambatnya pertumbuhan dana pihak ketiga sepanjang tiga tahun terakhir. “Ini menjadi blessing in disguise, karena pertumbuhan DPK jadi mendekati pertumbuhan kredit. Bukan karena DPK melaju kencang, tetapi karena kredit tumbuh melambat,” katanya kepada JIBI beberapa waktu lalu.

Dia melanjutkan pada tahun ini proyeksi pertumbuhan ekonomi akan lebih kurang setara dengan tahun lalu. Dengan demikian permintaan kredit dapat dipastikan juga akan serupa dengan tahun lalu.

DPK pada sisi lain mengalami penguatan pertumbuhan, meskipun cenderung sedikit. Hal ini akan memungkinkan pada tutup buku 2020, persentase pertumbuhan DPK dan kredit berpotensi tidak jauh berbeda.  

Sumber : Bisnis Indonesia