Kunjungan Wisman Menurun sejak 2017 Gara-Gara Ini

Kunjungan Wisman Menurun sejak 2017 Gara-Gara IniIlustrasi turis asing. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
07 Februari 2020 11:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pelaku industri pariwisata mendorong pemerintah bersinergi untuk menyikapi penurunan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dalam tiga tahun terakhir di DIY. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, perkembangan jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Adisutjipto Jogja dalam tiga tahun terakhir menunjukkan penurunan. Pada 2017 ke 2018 terjadi penurunan sebesar 4,70% yaitu dari 145.673 kunjungan pada 2017, sementara pada 2018 menjadi 138.822. Kembali menurun pada 2019 menjadi 113.028 orang.

“Penyebabnya, kita terlambat merespon perubahan pariwisata dunia tiga tahun terakhir terjadi perubahan pariwisata dunia. Wisatawan tidak hanya mau sightseeing tetapi mereka menginginkan experience menjadi bagian dari destinasi yang mereka kunjungi,” ucap Bobby, Kamis (6/2).

Dikatakan Bobby, wisatawan milenial tidak mengenal loyalitas. Terpenting untuk mereka sesuatu hal yang menarik dan harga terjangkau akan menjadi pilihan mereka. Industri pariwisata pun menurutnya telah melakukan penyesuaian paket. “Kami membuat paket cenderung memberikan experience culture dan harga juga menjadi pertimbangan dalam membuat paket,” ucapnya.

Dia juga berharap pemerintah dapat bekerjasama dengan industri menata bersama, merumuskan standardisasi internasional bersama sehingga 2025 DIY sebagai salah satu destinasi terkemuka di Asia Tenggara sesuai Riparda DIY.

Kepala BPS DIY, Heru Margono mengatakan terhitung sejak tiga tahun terakhir, tingkat kedatangan wisatawan mancanegara secara kumulatif terus menurun. Kemudian di Desember 2019 jika dibandingkan dengan Desember 2018 juga menurun sebesar 9,41%. Lalu jika kumulatif Januari sampai Desember turun sebesar 18,58%.

“Seperti tahun sebelumnya, pada 2019 kunjungan tertinggi masih dari Malaysia sebanyak 45.901 wisatawan. Disusul Singapura dengan 15.864 wisatawan, kemudian Perancis 4.323. Lalu Tiongkok diurutan keempat 3.720 wisatawan,” ucapnya.