KPI 2026 Hasilkan Janji Publik, Pemda Sepakat Perkuat Pendidikan
KPI 2026 resmi ditutup di Sleman dengan Janji Publik dan penguatan kolaborasi daerah untuk membangun pendidikan yang inklusif.
Kepala BBKB Yogyakarta Titik Purwati Widowati (kiri) saat memberikan keterangan terkait kompetisi inovasi bisnis kerajinan dan batik, Rabu (12/2/2020). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA - Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta kembali memberikan peluang kepada pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum untuk mengikuti seleksi ide bisnis start up khusus untuk bidang kerajinan dan batik melalui Program Innovating Jogja 2020. Peserta yang lolos seleksi akan diberikan hak menjadi tenant inkubator bisnis teknologi Inovating Jogja dengan mendapatkan fasilitas bahan produksi senilai Rp20 juta.
Kepala BBKB Yogyakarta Titik Purwati Widowati menjelaskan seleksi pencarian start up melalui Innovating Jogja itu digelar pertama kali pada 2016 silam. Ide bisnis yang disasar fokus pada inovasi bidang kerajinan dan batik. Kerajinan yang dimaksud tergolong luas, mulai dari anyaman, kulit, logam, perhiasan dan lain-lain. Para peserta yang lolos seleksi sebagai calon start up akan dibina sampai awal 2021 agar bisa berjalan lebih mandiri.
"Kerajinan dan batik memiliki daya ungkit besar karena berbasis tradisi, karena warisan budaya diakui Unesco, efeknya besar berdampak pada pariwisata perhotelan, perdagangannya juga sampai ke luar negeri. Dari sini diharapkan muncul investasi. Selain itu batik termasuk tangguh menyokong di tengah krisis," katanya, Rabu (12/2/2020).
Peserta yang lolos akan diberikan berbagai fasilitas dan pendampingan, mulai dari sertifikasi produk, pendaftaran HAKI terhadap produk yang dimiliki, memperluas jaringan pemasaran, mengembangkan website, kemudian peserta terpilih akan dijadikan lembaga inkubator yang efisien. Selain itu akan diberikan akses laboratorium, working space, pendampingan dan dukungan promosi.
Tim juri akan memilih tiga hingga empat ide bisnis yang berhak menjadi tenant inkubator bisnis teknologi Innovating Jogja 2020 serta mendapatkan fasilitas bahan produksi sebesar Rp20 juta.
"Bentuk inkubator bisnis agar mampu bersaing di pasar internasional. Membina tenant yang terpilih. Pembinaan akan berlangsung, setiap tahun membuka tenan baru. Pendampingan secara bisnis dan manjemen dan fasilitasi bahan bakunya," ucapnya.
Kepala Seksi Alih Teknologi dan Inkubasi BBKB Yogyakarta Harnandito Paramadarma mengatakan syarat untuk bisa lolos, desain produk berbeda, belum ada banyak tetapi dibutuhkan industri, teknologi yang digunakan tergolong baru, penggunaan TIK dalam produksi dan pemasarab, model bisnis baru, pengemasan pemasaran baru dan ide inovatif memiliki potensi pasar. Pihak yang boleh mendaftar seperti pelajar, mahasiswa, pekerja profesional yang ingin memulai bisnis, pengusaha UMKM hingga masyarakat.
"Pendaftaran ditutup pada 31 Maret 2020, presentasi proposal 7-9 April 2020, bootcamp dijadwalkan 14-16 April 2020, presentasi bisnis plan 20-21 April 2020 dan pengumuman tenant 30 April 2020. Sehingga pada 1 Juni 2020 akan dimulai inkubasi hingga akhir 2020 mendatang," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPI 2026 resmi ditutup di Sleman dengan Janji Publik dan penguatan kolaborasi daerah untuk membangun pendidikan yang inklusif.
Pemerintah susun Perpres perlindungan nakes usai kasus dr Icha, soroti intimidasi dan lemahnya sistem keamanan.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.