BI Kembangkan Wisata Nglanggeran

BI Kembangkan Wisata NglanggeranDeputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi ketika menandatangani plakat dalam Kick-off Program Pengembangan Destinasi Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Sabtu (7/3). - Ist
09 Maret 2020 06:27 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Guna mendukung pengembangan Community Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis komunitas, Bank Indonesia fokus mengembangkan Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul.

Pada 2020, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Gununkidul berkomitmen mengembangkan Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan DIY. Kick-off Program Pengembangan Destinasi Wisata Nglanggeran oleh Bank Indonesia dan penyerahan bantuan pengembangan wisata Nglanggeran, dilaksanakan pada Sabtu (7/3) oleh Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan mengatakan Gunung Api Purba Nglanggeran tercatat sebagai salah satu geosite pada Gunung Sewu UNESCO Global Geopark. Selain itu, kawasan Nglanggeran juga dinobatkan sebagai salah satu Global Top 100 Sustainable Destinations 2018 serta terpilih menjadi community based tourism (CBT) terbaik ASEAN.

"Keindahan alam Nglanggeran yang memukau, didukung dengan semangat sosiokultural khas masyarakat agraris merupakan modal awal yang solid dan potensial untuk dikembangkan lebih lanjut," kata dia, Minggu (8/3).

Ia mengungkapkan banyak potensi wisata dan budaya yang dimiliki Kawasan Nglanggeran antara lain Embung Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang, Griya Coklat Nglanggeran, Agrowisata Kebun Durian. Selain itu, ada pula Rumah Batik Soklat, spa holistic, kerajinan batik topeng dan kerajinan kreasi janur, 80 homestay serta kelompok kesenian dan kuliner khas Gunungkidul.

Ia menjelaskan Program Pengembangan Destinasi Wisata Nglanggeran ini akan dilaksanakan selama tiga tahun ke depan, yakni sejak 2020 sampai dengan 2022. Mitra binaan yang akan digandeng adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran. “Program yang akan dilaksanakan mencakup program bimbingan teknis untuk Pokdarwis Nglanggeran untuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata Nglanggeran, penguatan kelembagaan Pokdarwis, pendampingan sertifikasi penyelenggara wisata, dan bantuan infrastruktur sarana dan prasarana wisata," jelas dia.

Bersamaan dengan acara kick off program tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia juga akan menyerahkan bantuan dana melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) untuk pembangunan glamorous camping Kedung Kandang dan sarana prasarana pendukung pariwisata Nglanggeran lainnya. Rosmaya Hadi berharap guyub kolaborasi dari berbagai lini masyarakat dapat mengangkat potensi dan sumber daya lokal serta menciptakan pariwisata unggulan yang berdaya saing dan bernilai tambah sehingga dapat mendorong terwujudnya kawasan wisata Nglanggeran sebagai salah satu destinasi wisata bertaraf internasional di DIY.

"Destinasi wisata Nglanggeran yang semakin berbenah diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan nusantara dan mancanegara untuk berkunjung ke Nglanggeran dan ke depannya mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar," kata dia.