Pendapatan Driver Ojol Rontok karena Social Distancing

Pendapatan Driver Ojol Rontok karena Social DistancingDua orang pengemudi ojek online berbincang di Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat\\n
24 Maret 2020 02:57 WIB Anitana Widya Puspa Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Meningkatnya jumlah pesan-antar makanan dan barang akibat kebijakan jaga jarak (social distancing) dinilai belum sebanding untuk menutupi pendapatan yang berasal dari jasa antar penumpang. 

Ketua Presidium Asosiasi Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono menyampaikan hingga kini lebih dari 50% pendapatan ojek online (ojol) masih berasal dari layanan antar penumpang. Sisanya, baru berasal dari gabungan jasa pengantaran makanan, barang, dan jasa lainnya.

"Selama kebijakan social distancing dan work from home diberlakukan, pendapatan driver rontok hingga 70 persen. Normalnya bisa dapat Rp200.000 per hari, sekarang hanya Rp60.000," jelasnya, Senin (23/2/2020).

Pihaknya juga akan mengajukan surat tertulis kepada pemerintah lintas kementerian dan lembaga. Selain itu, juga kepada aplikator dalam memberikan keringan berupa pemundaan pembiayaan cicilan hingga menghapus sementara presentase biaya yang harus dibayarkan kepada aplikator.

Senada, Ketua Umum Asosiasi Driver Online Wiwit Sudarsono mengatakan meningkatnya jasa pesan-antar makanan dan barang masih bisa memberikan pendapatan bagi pengemudi kendati tak mungkin bisa menutup 100 persen pendapatan normal.

Selain itu, implementasi alat kesehatan untuk pencegahan dari virus yang dijanjikan aplikator belum semua direalisasikan untuk diberikan kepada pengemudi.

"Sudah ada aplikator yang sedikit memberi masker dan hand sanitizer, tapi belum semua mitra mendapatkannya. Akhirnya kami modal sendiri," ujarnya.

Sumber : Bisnis.com