BEI Terus Perkuat Peran Anggota Bursa

BEI Terus Perkuat Peran Anggota BursaIlustrasi pasar modal. - Bisnis Indonesia/Dedi Gunawan
26 Maret 2020 07:37 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Penyebaran virus Corona (Covid-19) berpengaruh pada dunia pasar modal. Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY mengajak masyarakat untuk melihat sisi positif karena BEI terus memperkuat peran anggota bursa.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY Irfan Noor Riza mengatakan Covid-19 memang menjadi salah satu penyebab sentimen negatif yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun dan fluktuatif hingga saat ini, di samping isu global lain. Menyebarnya virus Corona secara global membuat ketakutan pelaku pasar, sehingga mengganggu mata rantai ekonomi dunia. Investor menjadi khawatir akan dampaknya terhadap kinerja emiten.

Industri otomotif misalnya, ternyata juga terkena dampak virus Corona, karena beberapa spare part berasal dari Tiongkok sehingga distribusinya juga ikut terdampak. Bahkan emiten obat-obatan, banyak juga yang bahan bakunya berasal dari Tiongkok.

"Jadi, ini mata rantainya sangat berpengaruh kepada yang lain, sehingga investor itu secara global menilai lebih tenang memegang uang tunai sehingga mereka lebih banyak sell out. Ini salah satunya yg mengakibatkan IHSG turun fluktuatif hingga saat ini," kata dia, Rabu (26/3).

Ia menyebutkan IHSG akhir-akhir ini turun, dan terus banyak berada di zona merah, walau sempat fluktuasi di akhir minggu lalu. IHSG terpapar tren pelemahan bursa global karena efek dari penyebaran Covid-19 yang semakin meluas dan memengaruhi perekonomian global.

Secara data, IHSG sudah turun sekitar lebih dari 22% dibandingkan dengan awal tahun 2020. Semua bursa-bursa utama dunia juga turun dengan penurunan sekitar 15%-30% sejak merebaknya wabah virus corona ini.  

Sisi Positif

"Marilah kita lihat sisi positifnya. Kondisi ini menurut kami sebenarnya adalah momentum yang paling tepat untuk berinvestasi pada instrumen saham. Banyak saham-saham berfundamental bagus yang harganya sedang diskon. Harganya sedang murah dan terjangkau sekali. Imbauan kami pada masyarakat, jangan panik, karena bursa juga terus berupaya untuk memperkuat peran anggota bursa," kata dia.

Penguatan peran itu dilakukan melalui penguatan pengawasan pasar, penyediaan produk pasar, dan pengaturan perdagangan yang kondusif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) yaitu, BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus memantau perkembangan pasar dan proaktif meninjau serangkaian kebijakan yang berlaku untuk menjaga pasar modal Indonesia tetap beroperasi seperti biasa di tengah volatilitas pasar yang dipenuhi ketidakpastian akibat pandemi Covid-19.

"Bagi masyarakat, kami imbau untuk teruslah berinvestasi di pasar modal. Jangan panik. Kini saatnya investor domestik memegang kendali pasar modal dalam negeri," kata dia.

 Untuk target investor baru, ia mengaku tidak ada penurunan target. Pihaknya optimistis pasar saham Indonesia akan segera membaik dalam waktu dekat. Optimisme ini didukung dengan mulai membaiknya kondisi Tiongkok yang diproyeksi akan membawa sentimen positif ke negara lain.

Walau dalam sisi transaksi perdagangan di DIY ada sedikit penurunan, tetapi pertumbuhan investor cukup bertumbuh. Jumlah investor DIY per Februari 2020 berjumlah 50.229 investor. "Dan kami optimistis target kami bertumbuh 10.000 investor lagi sampai dengan akhir Desember 2020 akan tercapai," ujar dia.