Meski Ada Larangan Mudik, Angkasa Pura Antisipasi Lonjakan Penumpang

Meski Ada Larangan Mudik, Angkasa Pura Antisipasi Lonjakan PenumpangIlustrasi Bandara. - Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
30 Maret 2020 07:27 WIB Rinaldi Mohammad Azka Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Meski ada kemungkinan pemerintah melarang aktivitas mudik Lebaran, PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) tetap mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang  yang mungkin terjadi pada Mei mendatang. Upaya ini sebagai antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan mengatakan sebagai operator bandara pihaknya tetap perlu memastikan layanan berjalan dengan baik, sehingga antisipasi jelang musim Lebaran tetap dilakukan.

"Sebagai operator bandara kami tetap memastikan layanan dapat berjalan dengan baik. Sejumlah 15 bandara kami siap dalam mengantisipasi naiknya penumpang dalam liburan Lebaran meski adanya larangan oleh pemerintah," jelasnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Minggu (29/3).

 Menurutnya, dengan adanya larangan mudik Lebaran dari pemerintah, tentu akan berimbas terhadap jumlah penumpang yang menurun. Dari sisi komersil tentu akan terpengaruh, tetapi AP I tetap melihat bahwa aspek keselamatan bangsa menjadi faktor utama.

Dia menegaskan AP I yang selama mudik Lebaran setiap tahunnya senantiasa menikmati lonjakan penumpang, dapat memahami pilihan pemerintah jika benar-benar melarang aktivitas mudik. "Kami melihat dari sisi kepentingan bangsa dan negara yang harus diutamakan. Moda transportasi lain juga mengalami hal yang sama, KAI, Pelni, Perusahaan Bus bahkan ASDP," paparnya.

Handy mengakui wabah Corona ini merupakan tantangan global yang harus dihadapi oleh semua lini dan  melibatkan penggunaan sumber daya nasional. Dengan demikian, semua harus terlibat dan bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19.

Dia menyebut biasanya ketika musim Lebaran tiba, biasanya jumlah penumpang di 15 bandara kelolaannya melonjak antara 10%-15% bergantung bandaranya masing-masing.  

AP II Tetap Beroperasi

Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II (Persero) Yado Yarismano mengatakan antisipasi operasinya jelang mudik Lebaran tetap berpedoman pada prinsip 3S 1C yakni Safety, Security, Service dan Compliance. "Jadi kami pasti mengedepankan keselamatan, keamanan dan pelayanan kepada seluruh penumpang serta patuh terhadap aturan yang berlaku dalam rangka pencegahan corona ini," jelasnya kepada JIBI, Minggu.

Dia menyebut beberapa antisipasi operasi yang telah dilakukan di seluruh bandara kelolaannya yakni pengecekan panas tubuh dengan thermo gun dan thermal scanner untuk penumpang yang akan berangkat dan datang domestik dan internasional.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari dan menyiapkan hand sanitizer atau pembersih tangan di berbagai sudut bandara. Antisipasi lainnya juga menyiapkan walk through disinfektan di beberapa titik bandara. "Untuk bisnis kami tetap coba mendorong pengembangan dari sisi non-aeronautika serta bisnis adjecent untuk mempertahankan keberlanjutan dari bisnis kami," terangnya.

Dia mengungkapkan bandara AP II akan tetap beroperasi selama periode mudik Lebaran 2020. Pasalnya, selain menerima aktivitas penumpang, bandara-bandara pun menerima aktivitas logistik dan pengiriman barang.

Namun, dia enggan membahas mengenai operasional penerbangan maskapai, karena itu menjadi kebijakan masing-masing maskapai. Apalagi, maskapai mungkin menurunkan jumlah penerbangannya karena imbas penyebaran virus Corona ini.

Dia menyebut biasanya ketika musim Lebaran, terjadi peningkatan jumlah penumpang hingga 5% Namun, jumlah tersebut sangat bergantung kondisi yang terjadi di lapangan.

Sumber : Bisnis Indonesia