1.500 Ton Bawang Putih Impor Telah Tiba

1.500 Ton Bawang Putih Impor Telah TibaIlustrasi pedagang bawang putih di Pasar Gentan Sinduharjo, Kecamatan, Ngaglik, Kabupaten Sleman - JIBI/HarianJogja/Fahmi Ahmad Burhan
31 Maret 2020 06:22 WIB Peni Widarti Ekbis Share :

Harianjogja.com, SURABAYA—Pemerintah meminta agar masyarakat tidak panic buying karena pasokan komoditas bawang putih impor telah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, sebanyak 40 kontainer atau 1.500 ton.

Direktorat Jenderal (Dirjen) Holtikultura, Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto mengatakan telah menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) bawang putih pada 2020 sebanyak 450.000 ton untuk memenuhi kebutuhan 10-11 bulan.

"Bawang putih impor dari China sudah datang sejak 11 Maret lalu melalui pelabuhan Tanjung Priok Jakarta; Pelabuhan Makassar serta Pelabuhan Belawan Medan dengan total hingga kini 7.700 ton, dan sekarang Tanjung Perak 1.500 ton," katanya dalam rilis, Senin (30/3).

Dia menjelaskan impor bawang putih melalui Surabaya ini didatangkan oleh PT Semangat Tani Maju Bersama yang sudah mendapat izin impor dari pemerintah. "Dari izin impor 450.000 ton itu dilakukan oleh 54 importir. Mereka pun punya kewajiban untuk menanam bawang putih dengan bekerja sama dengan petani lokal," katanya.

Prihasto menambahkan impor bawang putih ini akan terus datang secara bertahap, dan pekan depan setidaknya ada 100-150 kontainer bawang putih yang tiba di Indonesia. "Kedatangan bawang putih ini diharapkan bisa menurunkan harga bawang putih dari Rp30.000/kilogram (kg) menjadi Rp20.000 - Rp25.000/kg," imbuhnya.

Selain bawang putih, tambah Prihasto, Kementan juga merekomendasikan impor bawang bombay yang harganya sedang melonjak saat ini mencapai Rp120.000/kg. Impor bawang bombai didatangkan dari China, Australia dan Selandia Baru.

 

Sumber : Bisnis Indonesia