Pengembangan Aerotropolis Mungkin Mundur

Pengembangan Aerotropolis Mungkin MundurSuasana terminal keberangkatan dan kedatangan di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, Jumat (7/6/2019). - Harian Jogja / Hafit Yudi Suprobo
07 April 2020 05:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Akibat virus Corona yang masih terjadi, pengembangan konsep aerotropolis di Yogyakarta International Airport (YIA) dimungkinkan ditunda.

Aerotropolis jelas akan tertunda karena saat ini calon investor bersikap menunggu. Mereka akan mengalami kesulitan dalam mendatangkan tenaga kerja, bahan baku dan semua bahan dukung suatu produksi,” kata Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) DIY, Arief Hidayat, Senin (6/4).

Penundaan ini, kata Arief, juga berdampak pada investor yang ada di luar rencana kawasan aerotropolis.

Meski begitu berdasarkan data total izin dan nonizin proses yang dilakukan melalui Online Single Submission (OSS) dan non-OSS pada triwulan I/2020 tidak terlihat ada penurunan izin jika dibanding dengan triwulan I/2019. Pada triwulan I/2019 data izin dan nonizin dengan OSS sebanyak 4.490, sedangkan pada 2020 naik menjadi 10.891. 

Begitupula untuk non-OSS meningkat secara total, pada triwulan 1/2019 sebanyak 798 dan triwulan /I 2020 sebanyak 954. Jika dilihat dari jumlah izin masuk saja pada non-OSS 2020 menurun. Secara detail dia menyebutkan pada Januari 131; Februari 110 dan Maret 79, dengan total 322, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebanyak 373.

“Meski demikian, dari jumlah izin tersebut sebagian besar adalah jenis usaha baru, bukan izin operasional produksi ataupun komersil sehingga dapat dikatakan walaupun data izin meningkat tidak akan memberikan dampak pada realisasi investasi,” ucap Arief.

Terkait dengan realisasi investasi, dia menyampaikan ada dua target yaitu Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Jakarta dan Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Renstra Pemda DIY selama ini mengacu pada data PMTB yang dikeluarkan BPS.

“Dapat dikatakan bahwa realisasi investasi dengan mengacu dua sumber target di atas akan menurun pada triwulan I/2020 hingga kondisi ini normal. Dari sisi data izin terlihat jenis izin yang diproses walaupun meningkat tetapi sebagian besar merupakan izin usaha baru, bukan izin operasional produksi maupun komersil,” ujarnya.

Prediksi untuk DIY ini sedikit berbeda dengan optimisme BKPM yang tidak akan mengubah target realisasi investasi. Namun hal ini karena adanya percepatan proyek fisik infrastruktur maupun manufaktur yang selama ini mandek di tingkat nasional. Sementara jenis realisasi investasi di DIY didominasi oleh sektor jasa terutama pariwisata dan pendukungnya, termasuk hotel, penginapan, restoran dan makan minum.

“Namun hingga saat ini belum dapat diketahui berapa angka penurunan tersebut, yang sudah jelas telah ada langkah antisipasi dari Satgas Ekonomi yang dibentuk Gubernur,” ucapnya.  

Tetap Optimistis

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Singgih Raharjo mengaku selalu optimistis pariwisata akan tumbuh dengan adanya YIA, termasuk konsep aerocity dan aerotropolis meski saat ini ada pandemi virus Corona. “Aerocity atau aerotropolis kan sudah perencanaan, tetapi karena adanya Corona ini mungkin tertunda. Kami optimistis setelah ini akan tumbuh wisata, kami juga mempersiapkan Tourism Information Center di bandara,” ucapnya. 

Pihaknya saat ini juga tengah mendampingi usaha wisata. Komunikasi terus dilakukan baik dengan kementerian maupun pelaku usaha wisata, untuk kembali membangkitkan dunia pariwisata pasca-Corona.

Rekapitulasi Data Izin 2019 dan 2020 Triwulan I

Data Izin dan Non Izin (OSS)

Januari, Februari, Maret 2019: 4,490

Januari, Februari, Maret 2020: 10,891

 

Data Izin dan Non-Izin (Non OSS)

2019

Bulan    Jumlah Izin Masuk          Jumlah Izin Terbit

Januari                  133                                         124

Februari               112                                         216

Maret                   128                                         85

Jumlah                  373                                         425

 

2020

Bulan    Jumlah Izin Masuk          Jumlah Izin Terbit

Januari                  131                                         374

Februari               110                                         190

Maret                   79                                           68

Jumlah                  322                                         632

 

Sumber: Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) DIY