Pertamina Awasi Penyaluran BBM dan LPG

Pertamina Awasi Penyaluran BBM dan LPGIlustrasi. - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
06 Mei 2020 09:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Meskipun situasi pandemi Covid-19 melanda Indonesia, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV tetap mengaktifkan satgas Ramadan Idulfitri 1441 H yang telah dimulai pada awal Mei 2020. Hal ini sebagai upaya mengawasi penyaluran BBM dan LPG di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Pjs. General Manager Pertamina MOR IV Teuku Johan Miftah mengatakan Satgas Pertamina Rafico (Ramadhan-Idufitri-Covid) kali ini sedikit berbeda karena situasi pandemi Covid-19 memengaruhi penyaluran BBM dan LPG Pertamina khususnya di wilayah DIY. Dibandingkan tahun sebelumnya, konsumsi BBM dan LPG Pertamina di wilayah DIY pada 2020 jauh menurun. Pada 2019, realisasi penyaluran BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series) saat Ramadan dan Idulfitri meningkat 10% dari rataan harian normal 1.800 kiloliter (kl) menjadi 2.000 kl.

"Namun, pada 2020 ini perkiraan rerata harian saat Ramadan dan Idulfitri untuk BBM jenis gasoline hanya berkisar di angka 1.200 kl atau turun hampir 40 persen jika dibandingkan 2019," ujar Johan, Selasa (5/5).

Ia menambahkan untuk BBM jenis gasoil (Solar dan Dex Series) juga menurun dari tahun lalu. Pada 2019 rata-rata di bulan Ramadan konsumsi berkisar di angka 360 kl per hari tetapi di tahun ini berkisar di angka 220 kl atau turun 39%. Adanya larangan mudik karena situasi pandemi Covid-19 dan peralihan penerbangan, membuat penyaluran bahan bakar pesawat Pertamina yaitu avtur di bandara Adisutjipto juga menurun.

"Peralihan penerbangan dari bandara Adisutjipto ke Yogyakarta International Airport [YIA] membuat konsumsi Avtur di bandara tersebut menurun 90 persen dari 200 kl per hari menjadi 20 kl per hari. Sedangkan di bandara YIA naik dari 50 menjadi 70 kl per hari. Namun, secara total keseluruhan penyaluran Avtur di kedua bandara tersebut saat Ramadan Idulfitri diperkirakan menurun sekitar 60 persen dari bulan-bulan sebelumnya yaitu dari rata-rata harian 250 kl di Januari 2020 menjadi 100 kl di Mei ini," ujar Johan.

Sementara untuk LPG untuk wilayah DIY, Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi sebesar 4% selama Ramadan dan menjelang hari raya Idulfitri nanti. “Rata-rata harian normal penyaluran LPG saat ini di angka 420 metric ton (mt) dan akan naik menjadi 437 mt. Jumlah tersebut tidak berbeda jauh dari Ramadan dan Idulfitri 2019 yang berkisar di angka 440 mt per hari,” tambah Johan.

Untuk wilayah DIY, Pertamina memiliki lebih dari 6.000 pangkalan LPG PSO dan outlet non-PSO. Sebagai upaya antisipasi jika terjadi lonjakan maka Pertamina telah menyiagakan pangkalan PSO dan outlet non-PSO tersebut untuk melayani kebutuhan LPG masyarakat. 

Revisi Aturan Promo

Melihat animo masyarakat yang cukup tinggi terkait Ramadan Cashback 30% #BerkahDiRumah MyPertamina untuk pembelian Pertamax Series (Pertamax, Pertamax Turbo) dan DEX Series (Pertamina DEX, Dexlite) di SPBU Pertamina dengan transaksi secara nontunai menggunakan Link Aja dari aplikasi My Pertamina, PT Pertamina (Persero) merevisi aturan pemberian cashback tersebut dari yang sebelumnya untuk 2.000 konsumen per hari/transaksi menjadi tidak dibatasi.

Menurutnya, animo konsumen yang tinggi tersebut memberikan kesan tersendiri bagi Pertamina untuk memberikan layanan yang terbaik bagi para pelanggan. "Kami sangat mengapresiasi para pelanggan setia yang telah menggunakan produk BBM dan LPG Pertamina sehingga program promo ini tidak lagi kami batasi peruntukkannya," ungkap Johan.

Ia menambahkan, di bulan Ramadan ini Pertamina memberikan berbagai  promo dan program sebagai bentuk apresiasi sekaligus memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk Pertamina. "Kami memiliki program cashback untuk ojek online (ojol) dan angkot sebesar 50%. Selain itu kami juga memiliki program Pertamina Delivery Service yaitu layanan pesan antar produk BBM dan LPG Pertamina", tutup Johan.