Pelaku Wisata Mencoba Kegiatan Lain untuk Bertahan

Pelaku Wisata Mencoba Kegiatan Lain untuk BertahanMahasiswa dan warga pegiat sejarah mendengarkan penjelasan tentang kampung Pecinan Ketandan di kawasan Malioboro saat mengikuti jalan-jalan sore, Malioberen di sepanjang jalan Malioboro, Jogja, beberapa waktu lalu./ JIBI/Harian Jogja - Desi Suryanto
08 Mei 2020 23:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pelaku pariwisata di DIY masih mencoba mencari jalan keluar menghadapi masa pandemi Covid-19 saat ini.

Ketua Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) DIY, Udhi Sudiyanto mengatakan Covid 19 ini menjadikan wisatawan batal datang ke DIY. Pelaku wisata khususnya biro travel, saat ini sering berdiskusi di anggota baik di DIY maupun nasional.

“Tujuannya adalah sebagai teman senasib mencari jalan keluar dari krisis yang melanda pariwisata ini. Salah satu kesimpulan kami karena tidak ada yang tahu kapan wabah ini berakhir maka harus ada dua tindakan nyata, yakni untuk bertahan hidup dan mempertahankan keberlangsungan pariwisata,” kata Udhi, Jumat (8/5).

Dia mengatakan hal yang dilakukan untuk bertahan hidup dari bantuan pemerintah, juga banyak anggota yang secara spontan beralih kegiatan sementara untuk melakukan aktivitas ekonomi lain. Contohnya berjualan masker, makanan, menyediakan kue, dan sebagainya. Intinya bagaimana pelaku wisata bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kemudian bagaimana kami bisa mempertahankan keberlangsungan pariwisata. Kami bagaimanapun tetap concern terhadap pariwisata. Artinya kita juga berdiskusi tentang toursim rebounding, kami harus ikut mempersiapkan diri menghadapi perubahan perilaku wisatawan,” ujarnya.

Seperti halnya faktor higienitas akan menjadi faktor penentu dalam sebuah destinasi.  Destinasi yang bisa menjamin kebersihan dan higienitas akan mendapat perhatian lebih dari wisatawan. Di samping kecenderungan wisatawan untuk menerapkan kegiatan wisata bukan dalam jumlah besar sehingga lebih pada kelompok kecil dan dari keluarga mereka sendiri sehingga bagi mereka lebih merasa aman.

“Dengan demikian kami sekarang lebih memperhatikan sarana dan prasarana untuk menjaga kesehatan dan kebersihan dalam perjalanan,” katanya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Heru Margono mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke DIY melalui pintu masuk Adisutjipto pada Maret 2020 turun 55,46% dibanding jumlah kunjungan pada Februari 2020, yaitu dari 7.100 kunjungan menjadi 3.162 kunjungan. Sedangkan jika dibandingkan dengan Maret 2019, jumlah kunjungan wisman Maret 2020 menurun 70,03%. “Tingkat penghunian kamar [TPK] hotel bintang di DIY pada Maret 2020 mencapai ratarata 33,90 persen atau turun 22,42 poin dibandingkan TPK Februari 2020 yang tercatat sebesar 56,32 persen. Begitu pula jika dibanding dengan TPK Maret 2019 yang tercatat 56,77 persen, TPK Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 22,87 poin,” kata Heru.