Advertisement
Ketua BPS: Waspada Penurunan Impor Bahan Baku
Foto aerial pelabuhan peti kemas Koja di Jakarta. (25/12 - 2019). Bisnis / Himawan L Nugraha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Penurunan impor bahan baku dan penolong perlu diwaspadai karena akan memengaruhi sektor industri, perdagangan, dan investasi.
"Satu hal yang harus tetap kita waspadai adalah penurunan impor bahan baku dan penurunan impor barang modal perlu kita cermati dari waktu ke waktu karena dampaknya ke sektor industri, perdagangan dan investasi cukup besar," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto saat konferensi video di Jakarta, Jumat (15/5/2020).
Advertisement
Suhariyanto memaparkan selama April 2020, nilai impor barang konsumsi turun 4,03% atau 51 juta dolar AS. Kemudian, impor bahan baku/penolong mengalami penurunan 9,00 persen atau senilai 925 juta dolar AS. Sementara nilai impor barang modal meningkat 9,00% atau 162,1 juta dolar AS.
Selama Januari-April 2020, nilai impor ketiga golongan penggunaan barang ekonomi mengalami penurunan 7,78% atau 4,3 miliar dolar AS jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan terjadi pada golongan barang konsumsi sebesar 80 juta dolar AS atau 0,2%, bahan baku/penolong 3,0 miliar dolar AS atau 7,30%, dan barang modal 1,2 miliar dolar AS atau 14,125.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kotak Mirip Pocong Gegerkan Warga Kulonprogo, Polisi: Bukan Bayi
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Kanada Pangkas Tarif EV China, Tesla Berpotensi Raup Untung Terbesar
- Update Harga Emas Hari Ini 21 Januari 2026, Masih Melonjak
- Bea Cukai Yogyakarta Bidik Rp929,64 Miliar pada 2026
- BI Perketat Stabilisasi Rupiah di Tengah Tekanan Global
- Puluhan Ribu Pekerja Indonesia Kena PHK di 2025, Ini Penyebabnya
- OJK Catat 72 Persen Pedagang Aset Kripto Berizin Masih Merugi
Advertisement
Advertisement



