Pelaku Wisata Diberikan Pelatihan Daring Bahasa Inggris

Pelaku Wisata Diberikan Pelatihan Daring Bahasa InggrisIlustrasi wisata Jogja. - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
15 Mei 2020 21:37 WIB Hafit Yudi Suprobo/* Ekbis Share :

JOGJA-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan PT. Cerdas Digital Nusantara (Cakap.com) memfasilitasi peningkatan keterampilan Bahasa Inggris pelaku pariwisata untuk meningkatkan daya saing melalui program Pelatihan Online Bahasa Inggris.

Saat ini, industri pariwisata Tanah Air sangat terpukul dengan adanya pandemi Covid-19. Tidak sedikit yang kehilangan pendapatan bahkan harus berhenti beraktivitas.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan jika pandemi Covid-19 ini berdampak besar terhadap industri pariwisata karena terbatasnya mobilitas masyarakat. Meski begitu, pelaku pariwisata harus tetap memiliki aktivitas positif dengan cara meningkatkan keahlian dan keterampilan diri untuk menghadapi kondisi saat ini maupun tantangan yang akan muncul pasca pandemi.

"Oleh karena itu, Kemenparekraf memfasilitasi pelatihan online gratis untuk upskilling dan reskilling, salah satunya pelatihan online bahasa Inggris,” ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Rabu (13/5).

Lebih lanjut, seleksi peserta telah dilakukan pada akhir April lalu dan berhasil menjaring kurang lebih 600 orang, dan sebagian berasal dari lima destinasi super prioritas (DSP), daerah terdampak COVID-19, dan destinasi wisata lainnya.

Adapun, sebanyak 100 orang dinyatakan lolos dan dibagi menjadi 10 kelompok. Peserta merupakan perwakilan dari pelaku pariwisata yang sebagian besar bekerja sebagai pemandu wisata, pengelola homestay, dan anggota kelompok sadar wisata.

"Pelatihan dilaksanakan selama enam bulan, yakni pada Mei hingga November dengan durasi setiap pertemuan 50 menit. Peserta mengikuti placement test, mid-test, dan final test untuk mengukur pencapaian pembelajaran. Materi yang akan diberikan mulai dari percakapan bahasa Inggris dasar hingga mempromosikan daya tarik wisata," terangnya.

CEO Cakap Tomy Yunus, mengatakan jika ia dan jawatannya senang dapat bermitra dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk bersama sama mendukung peningkatan SDM unggul di tengah Pandemi Covid-19 lewat inisiatif pembelajaran jarak jauh secara dua arah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di seluruh provinsi untuk tetap produktif dari rumah.

"Meski dilakukan secara online, pembelajaran dilakukan dua arah secara real time dengan pelatih professional yang dihadirkan dalam kelas virtual. Modul pembelajaran dalam bentuk soft-copy juga disediakan di setiap sesi. Peserta dengan kehadiran di atas 85 persen akan mendapat sertifikat," ungkapnya.

Cakap, lanjut Tomy, adalah startup pengembang aplikasi belajar online dengan interaksi dua arah (two-way interaction) antara murid dengan pengajar profesional melalui panggilan video dan percakapan teks.

"Selain menyediakan pembelajaran bahasa asing, Cakap juga mengembangkan layanan Education as A Service untuk beberapa lembaga pendidikan dan pemerintah. Tersedia di Google Play dan App Store untuk menjangkau semua pengguna, karena kami yakin setiap orang berhak atas akses pendidikan yang berkualitas dimanapun dan kapanpun," tutupnya.