Soal New Normal, Serikat Buruh: Jangan Jadikan Masayarakat Kelinci Percobaan

Soal New Normal, Serikat Buruh: Jangan Jadikan Masayarakat Kelinci PercobaanFoto ilustrasi. - Bisnis Indonesia/Rahmatullah
29 Mei 2020 18:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Serikat buruh menyambut baik wacana pemerintah tentang new normal, namun mereka berharap hal itu tak hanya sekadar narasi atau tagline belaka. Mereka berharap pemerintah tidak sekadar menjadikan masyarakat sebagai kelinci percobaan.

“Menurut saya langkah yang baik [new normal]. Tetapi perlu dipastikan cara-caranya agar proses new normal ini bukan sekedar narasi atau tagline semata. Fungsinya new normal kan menjalankan perekonomian, namun tetap memperhatikan penyebaran Covid-19,” ucap Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) DIY, Dani Eko Wiyono, Jumat (29/5/2020).

Pada dasarnya dia sepakat dengan adanya wacana new normal tersebut, namun dengan proses yang jelas dan sesuai indikator yang ada. Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung yang memadai untuk menunjang kesehatan, keselamatan pekerja harus ada.

Dia berharap jangan sampai saat new normal diberlakukan, tetapi penularan Covid-19 masih terjadi di masyarakat. Dia juga berharap agar pengusaha dan pemerintah memprioritaskan urusan kesehatan masyarakat ketimbang berjalannya roda perekonomian.

“Jangan sampai tagline new normal ini dijadikan alat untuk mengutamakan ekonomi namun mengesampingkan keselamatan rakyat. Intinya, jangan jadikan masyarakat sebagai kelinci percobaan. Jika new normal ini hanya digunakan sebagai kelinci percobaan, kasihan rakyat,” ujarnya.

Dani juga mengungkapkan kondisi pekerja saat ini juga semakin berat, banyak yang dirumahkan maupun terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya program kartu prakerja yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak tepat sasaran.

“Kami juga akan mengawal nantinya para pekerja yang dirumahkn agar dapat kembali bekerja, dan mendampingi yang terkena PHK,” ucap dia.