Barang Warung Dipasarkan via Daring, Bukalapak Gandeng Grab

Barang Warung Dipasarkan via Daring, Bukalapak Gandeng Grab Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky meninjau stan warung mitra Bukalapak saat Perayaan HUT ke-9 Bukalapak di Jakarta, pada 10 Januari 2019 lalu. - Antara/Puspa Perwitasari
29 Mei 2020 21:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Jaringan platform digital pemberdayaan warung di Indonesia, Mitra Bukalapak dan GrabKios mengumumkan kerja sama strategis untuk penyediaan dan penyaluran produk digital di hampir lima juta warung serta agen Mitra Bukalapak yang tersebar di seluruh Indonesia pada Kamis, (28/5/2020).

Chief Strategy Officer Bukalapak, Teddy Oetomo mengatakan lewat kolaborasi ini, GrabKios akan menyediakan produk digital di platform Mitra Bukalapak yang dapat dijual para pemilik warung kepada para pelanggannya sehingga mereka bisa terus mendapatkan penghasilan di tengah pandemi.

"Dengan membantu mereka mempertahankan pendapatan di saat permintaan akan produk lain menurun, diharapkan kestabilan perekonomian rakyat dapat terjaga," ujar Teddy melalui rilis, Jumat (29/5/2020).

Lebih lanjut, Teddy mengatakan perekonomian warung memiliki ripple effect yang cukup luas. Keberadaan warung sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar dan hasilnya untuk pemenuhan kebutuhan keluarga mereka sendiri. "Di saat yang bersamaan, stabilisasi perekonomian mikro juga berkontribusi pada ketahanan perekonomian negara. Jadi, kita perlu urun peduli dan urun pikiran meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan para juragan warung," kata dia.

Kolaborasi strategis tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas hampir lima juta warung serta agen Bukalapak dan juga bisa berdampak pada masyarakat sekitarnya. "Dengan bergotong royong, Mitra Bukalapak dan GrabKios akan terus memberdayakan pengusaha mikro yang menjadi nadi dari perekonomian di Indonesia," ucap dia.

Head of GrabKios Grab Indonesia Agung Nugroho mengatakan warung adalah denyut nadi dan sumber kehidupan masyarakat Indonesia. Masyarakat bisa dengan mudah menemukan warung dimanapun, bahkan hampir di setiap sudut jalan di perkotaan sampai desa. "Kami sadar banyak warung berjuang keras akibat pandemi, dan pada saat yang sama kami telah melihat ketergantungan pada layanan digital meningkat karena semakin banyak orang tinggal di rumah," ujar Agung.

Lewat kerja sama ini, dia berharap bisa mendorong peningkatan pendapatan warung dengan membantu mereka untuk melayani kebutuhan produk digital dari para pelanggan.

Di masa pandemi, lanjut Agung, Presiden Joko Widodo meminta seluruh lapisan mulai dari lembaga pemerintah, bisnis, organisasi, nirlaba, dan individu memanfaatkan semua sumber daya yang ada untuk berjuang bersama.  "Upaya pemulihan perekonomian Indonesia tidak semata mata ada di tangan pemerintah saja, tetapi melibatkan seluruh rakyat Indonesia. Itulah sebabnya, kolaborasi platform digital yang manfaatnya dirasakan langsung oleh para pelaku usaha makro menjadi sangat penting,” ucap dia.

Agung juga menyinggung soal pesan dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki terkait dengan peran strategis platform digital. Teten mengemukakan pemerintah akan memprioritaskan perhatian pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang telah berkontribusi sekitar 60% pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap tenaga kerja hingga 70%. Selain itu, 99% pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM yang 89% di antaranya berada di level mikro.

Yanto, salah seorang juragan warung Mitra Bukalapak mengakui pandemi Covid-19 telah mengurangi pendapatannya hingga sekitar 40%. Tetapi, kedua mitra Bukalapak tersebut mengakui jika fitur pembelian pulsa dan kirim uang justru meningkat cukup signifikan.

"Ya ada sampai lebih dari 20 persen [kenaikannya], mungkin karena orang-orang disuruh di rumah saja, enggak boleh mudik, jadi banyak beli pulsa buat telepon keluarga dan kirim uang ke kampung," kata dia.