Hebat, Buka Lift di Sleman City Hall Sekarang Tak Lagi Pakai Pencet Tombol

Hebat, Buka Lift di Sleman City Hall Sekarang Tak Lagi Pakai Pencet TombolFasilitas pedal yang dipasang oleh pengelola Sleman City Hall untuk membuka pintu lift. - Istimewa/Sleman City Hall
08 Juni 2020 16:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dalam rangka menyambut new normal, Sleman City Hall mempersiapkan diri dengan berbagai macam langkah guna pencegahan penyebaran Covid-19.

Staf Public Relations Sleman City Hall, Tika Sari mengatakan Sleman City Hall menjadi mal pertama di I Indonesia yang berinovasi dalam mempersiapkan new normal. Salah satunya adalah pengambilan karcis baik motor maupun mobil sudah tidak lagi dengan memencet tombol, tetapi dengan menggunakan sensor tangan.

Tak hanya itu, saat hendak membuka pintu lift, pengunjung juga tidak perlu lagi untuk memencet tombol menggunakan tangan, tetapi sekarang telah disediakan pedal lift dengan menggunakan kaki.

“Hal ini tentunya sebagai salah satu inovasi baru yang diberikan oleh Sleman City Hall sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan kesiapan Sleman City Hall menuju new normal,” kata Tika, Senin (8/6/2020).

Selain itu, Sleman City Hall juga membersihkan dan menyemprotkan cairan desinfektan di seluruh area mal secara detail, terutama di area fasilitas umum yang sering dijangkau oleh pengunjung. Pembersihan dilakukan selama minimal empat jam sekali. “Pastinya pembersihan dilakukan secara detail setiap harinya, terutama di daerah fasilitas umum yang sering dijangkau oleh pengunjung setia Sleman City Hall,” ujar Tika.

Setiap orang yang akan memasuki area mal, baik pengunjung maupun karyawan wajib melalui pemeriksaan suhu tubuh. Batas suhu tubuh yang ditetapkan oleh Sleman City Hall yaitu 37,3 derajat Celcius.

“Disediakan juga area cuci tangan di pintu masuk yang wajib digunakan oleh setiap orang yang akan memasuki area mal. Selain itu, pengunjung dan karyawan wajib menggunakan masker sebelum memasuki dan selama berada di area Sleman City Hall. Apabila ada pengunjung atau karyawan yang tidak menggunakan masker, tidak diperbolehkan memasuki area mal,” ucap Tika.

Tak hanya itu, pembatasan jarak juga dilakukan di beberapa area di dalam mal, seperti antrean di ATM Center, antrean di kasir tiap tenant, antrean di customer service, jarak bilik di tiap toilet, area musala, bench, jarak penggunaan eskalator minimal dua step, pembatasan penggunaan lift, serta diberlakukannya pemisahan pintu masuk dan pintu keluar.

Begitu pula dengan penggunaan alat pelindung diri berupa masker, sarung tangan dan face shield bagi karyawan yang berada di lapangan, seperti customer service, security dan cleaning service. “Sementara untuk jadwal operasional, kami juga mengedepankan langkah-langkah antisipatif. Di antaranya memberikan edukasi bagi para karyawan dan juga mengikuti imbauan pemerintah, salah satunya yaitu dengan perubahan jadwal operasional mal menjadi 10.00 WIB– 21.00 WIB,” ucapnya.

Dia menjelaskan Sleman City Hall terpilih sebagai mal percontohan mewakili Sleman dalam penerapan new normal penanganan Covid-19 oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman yang nantinya akan dimajukan ke Kementerian Dalam Negeri.