Advertisement
Mantap, Ini Speksifikasi KRL yang Bakal Gantikan KA Prameks
Kondisi lengang di dalam gerbong KA Prameks tujuan Solo - Jogja, Sabtu (21/3/2020). - Solopos/Farida Trisnaningtyas
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO - Operasional KA Prameks rute akan disetop. Kereta api rel listrik alias KRL segera beroperasi menggantikan KA yang melayani rute Solo-Jogja itu. KRL ini ditarget mulai beroperasi pada Oktober 2020 untuk rute Jogja-Klaten.
Sementara KRL rute Solo-Jogja diharapkan beroperasi pada akhir 2020. KRL seperti yang beroperasi di Jabodetabek ini merupakan pengganti KA Prameks yang selama ini menjadi primadona.
Advertisement
Penggantian moda transportasi ini dilakukan karena beberapa faktor, salah satunya efisiensi. KRL dianggap jauh lebih efisien dalam penggunaan energi sehingga bisa mengurangi emisi karbon.
KRL ini memiliki sejumlah keistimewaan dibandingkan KA biasa. Dari segi daya tampung, KRL digadang-gadang bisa mengangkut lebih banyak penumpang.
KRL juga diklaim lebih hemat lantaran menggunakan listrik sebagai energi utama. Di samping itu, KRL dianggap lebih ramah lingkungan. Hal ini berbeda dengan KA Prameks yang merupakan Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE).
Hal tersebut disampaikan Dirjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Zulfikri, kepada wartawan di Stasiun Solo Balapan, Jumat (26/6/2020).
Dia mengatakan saat ini PT KAI sedang merampungkan elektrifikasi jaringan listrik aliran atas (LAA) rute Solo-Jogja. Proyek ini sudah mulai dibangun sejak tahun lalu, dengan fokus pada pendirian tiang pancang.
“Tiang pancang sudah terpasang, begitu pula dengan jaringan LAA. KRL segera beroperasi bertahap dimulai dulu Jogja-Klaten awal Oktober lalu akhir tahun target Jogja-Solo,” ujarnya.
Penumpang
Zulfikri menjelaskan KRL ini mendesak segera dijalankan mengingat kapasitas KA lokal Prameks tidak mampu lagi menampung animo penumpang relasi Jogja-Solo pergi pulang (PP) setiap harinya. Nantinya KRL bakal menggantikan peran KA Prameks yang melayani rute Jogja-Solo PP.
Sebagai permulaan, pihaknya telah memesan 10 train set produksi PT Inka. Sementara satu train set biasanya terdiri dari 10 rangkaian gerbong. Namun demikian, pengoperasian train set tersebut bisa jadi bertahap tergantung dengan sistemnya apakah sama dengan KRL di Jabodetabek.
“Ini menggantikan KA Prameks. Sementara KA Prameks nanti bisa dipakai untuk lainnya menilik kebutuhan PT KAI juga masih banyak. Soal tarif sementara sama karena sifatnya pengganti KA lokal,” paparnya.
Progres dan kesiapan KRL Solo-Jogja ini ditinjau langsung Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, baik di Stasiun Klaten maupun Stasiun Solo Balapan. Menurutnya, Yogyakarta dan Solo merupakan salah satu daerah yang secara transportasi sangat lengkap.
“ Yogyakarta dan Solo punya antar-moda terbaik dan bisa dijadikan contoh kota lain,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dukuh Gugat ke PTUN Seusai Dicopot, Warga Seloharjo Bela Lurah
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Avtur Mahal, Biaya Tambahan Tiket Pesawat Naik, Ini Dampaknya
- Program Bedah Rumah Diperluas Tahun Ini Jangkau Seluruh Daerah
- Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
- Lonjakan Harga Plastik Tekan UMKM Makanan Minuman di DIY
- Nasib BBM Nonsubsidi Belum Pasti, Harga Sekarang Hanya Sementara
- Utang Pinjol Tembus Rp100 Triliun Waspada Risiko Kredit Meningkat
- Indonesia Buka Opsi Impor Minyak dari Rusia untuk Amankan BBM
Advertisement
Advertisement







