Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sejumlah pengemudi becak meminta sumbangan dana untuk kehidupan sehari-hari mereka di simpang empat Blok O, Banguntapan, Bantul, Rabu (17/06/2020). Para pengemudi becak yang biasa mangkal di Malioboro ini kina bertahan hidup dari belas kasihan./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mengumumkan pertumbuhan ekonomi DIY triwulan II 2020 mengalami kontraksi sebesar 6,65% dibanding triwulan sebelumnya. Industri akomodasi dan makanan-minuman memiliki andil terbesar dalam kontraksi ini sebagai imbas pandemic covid-19.
Kepala BPS DIY, Heru Margono, menjelaskan kontraksi lebih besar terjadi jika dibanding triwulan yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar 6,74%. “Berbalik arah jika dibanding pertumbuhan periode yang sama di tahun 2019 sebesar 6,77 persen,” ujarnya melalui siaran langsung youtube Humas BPS DIY, Rabu (5/8/2020).
Baca juga: Pemkab Bantul-BPD DIY Siap Bangun Wisata Agro di Nawungan
Kontraksi pertumbuhan ekonomi ini dipicu oleh sembilan kategori. Pada hitungan quarter to quarter, penyumbang terbesar adalah lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, transportasi dan pergudangan, dan jasa lainnya, masing-masing sebesar -3,51%, -1,44%, dan -1,10%.
Sementara pada hitungan year on year, andil terbesar kontraksi adalah dari penyediaan akomodasi dan makan minum yakni sebesar -3,79%, kemudian disusul oleh kontruksi sebesar -2,38%, lalu transportasi dan pergudangan -1,81%, jasa lainnya -1,18%, dan industri pengolahan -0,96%.
Baca juga: Rektor UNY Sutrisna Wibawa Khawatirkan Keselamatan Anak Mencari Sinyal
Ia menjelaskan penyebab utama kontraksi ini tak lain adalah pandemic covid-19 yang mulai melanda DIY pada pertengahan Maret lalu. Di samping itu, selesainya pembangunan megaproyek Yogyakarta International Airport (YIA) juga turut berkontribusi dalam kontraksi ini.
“Tingginya kontribusi kategori penyediaan akomodasi dan makan minum membawa pengaruh yang signifikan terhadap arah pertumbuhan ekonomi DIY. Puluhan hotel tutup karena tingkat hunian yang sangat rendah,” ujarnya.
Sementara kontraksi kategori transportasi dan pergudangan disebabkan dibatasinya kegiatan transportasi publik selama masa pandemi. Anjuran pemerintah agar stay at home mengakibatkan penurunan kunjungan wisata dan tempat hiburan di DIY
Meski demikian, dari sisi lapangan usaha, terdapat beberapa kategori yang masih tumbuh, diantaranya informasi dan komunikasi sebesar 20,74%, disusul jasa Kesehatan sebesar 17,91%, pertanian 10,06%, jasa Pendidikan 5,13%, administrasi pemerintahan 5,02%, pengadaan air 3,16% dan real estate 2,75%.
Sebelumnya, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana, mengatakan dua sektor paling berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi DIY adalah Pendidikan dan pariwisata. Karena Pendidikan masih belum akan dilaksanakan tatp muka, maka di sektor pariwisata pemulihan ekonomi akan dilakukan dengan bertahap.
Pada pemulihan ekonomi sektor pariwisata ini, pihaknya mengusung konsep wisata eksklusif, dimana target wisatawan bukan lagi rombongan, melainkan kelompok kecil seperti keluarga tapi dengan daya beli yang lebih tinggi. “Quality tourism, bukan mass tourism,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pansus Papua DPD RI merekomendasikan evaluasi pendekatan keamanan di Maybrat agar warga tetap aman dan leluasa beraktivitas.
Cleansing LBS Sleman untuk proyek kereta gantung Prambanan rampung. Pemrakarsa kini bisa memproses perubahan LSD di Kementerian ATR/BPN.
Kemenpar mengandalkan gastronomi untuk mengejar target 16–17 juta wisman 2026. Kunjungan Januari–Juli mencapai 8,97 juta.
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Polisi mencocokkan DNA keluarga rombongan wartawan hilang dengan jasad laki-laki yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.