Ekspor di DIY Mulai Tumbuh pada Juni, Ini Tiga Negara Tujuan Utama

Ekspor di DIY Mulai Tumbuh pada Juni, Ini Tiga Negara Tujuan UtamaPetugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Yogyakarta mencatat barang yang hendak diekspor, belum lama ini. - Ist/ dok KPPBC TMP B Yogyakarta
08 Agustus 2020 02:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Ekspor di DIY mulai mengalami peningkatan pada Juni jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Meski begitu, jika dibanding tahun sebelumnya selama Januari-Juni 2020 masih lebih rendah dari Januari-Juni 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Heru Margono mengatakan nilai ekspor DIY Juni 2020 mencapai US$25,1 juta atau naik 17,29% dibanding ekspor Mei 2020. “Secara kumulatif, nilai ekspor Januari-Juni 2020 mencapai US$178,3 juta atau turun 8,94% dibanding periode yang sama 2019,” kata Heru, Jumat (7/8/2020).

Baca juga: Pekerja Formal Bergaji Rp2 Juta-Rp3 Juta Bakal Paling Banyak Dapat BLT

Jika dilihat dari negara tujuan, tiga besar negara tujuan utama ekspor barang DIY pada Juni 2020 adalah Amerika Serikat dengan total nilai ekspor mencapai US$7,2 juta, disusul Jerman dengan total nilai US$3,5 juta, dan Jepang dengan total nilai US$1,9 juta.

Sementara jika dilihat dari tiga besar komoditas utama ekspor dari DIY pada Juni 2020 adalah Pakaian Jadi Bukan Rajutan mencapai US$8,5 Juta, disusul Perabot, Penerangan Rumah sebesar US$4,4 juta, dan Barang-barang dari Kulit US$1,9 juta.

Kepala Seksi Ekspor Impor, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Thereshia Sumartini melihat memang mulai ada tren positif dalam beberapa waktu terakhir. “Kami optimis akan lebih baik lagi untuk ekspor,” ucap Thereshia.

Baca juga: Pemerintah Terbitkan Kurikulum Darurat untuk Sekolah, Ini Isinya

Dia menjelaskan ada sejumlah hal yang menjadi tantangan saat ini. Baik bagi pengusaha yang telah memulai ekspor, maupun pengusaha yang belum menjangkau pasar ekspor. Untuk pelaku usaha yang telah merambah pasar ekspor menurutnya tantangan yang dihadapi salah satunya sempat sulitnya bahan baku.

“Untuk pengusaha yang belum ekspor, dan akan menjangkau ekspor tentunya tantangan semakin banyak. Saat ini kan tidak dipungkiri ada kekhawatiran negara lain, penyebaran virus Covid-19. Itu juga jadi tantangan untuk meyakinkan. Kemudian juga standarisasi produk,” ujarnya.

PIhak Disperindag DIY dikatakannya juga telah berusaha membantu para pengusaha. Baik dari pelatihan, kemudahan untuk dapat menjangkau pasar ekspor dengan sistem digital, dan juga membantu mencari pasar untuk penjualan.