Konglomerat India Kejar Kontrak dengan Bandara Besar di Indonesia

Konglomerat India Kejar Kontrak dengan Bandara Besar di IndonesiaGautam Adani. - Bloomberg/Tomohiro Ohsumi
01 September 2020 16:57 WIB Zufrizal Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Pembelian saham pengendali di Mumbai International Airport Ltd., unit GVK yang menjalankan bandara tersibuk kedua di India, akan membantu Adani Enterprises Ltd. milik konglomerat Gautam Adani.

Perusahaan milik Adani akan mendapat banyak kekuatan dalam industri penerbangan yang dimasukinya tahun lalu dengan memenangkan enam bandara yang diprivatisasi oleh pemerintah dengan model sewa jangka panjang.

BACA JUGA : Investasi Mengalir Berkat Bandara

Kesepakatan pembelian saham itu akan membantu Adani Airport Holdings Limited (AAHL), perusahaan induk Adani Group untuk bisnis bandara dan anak perusahaan Adani Enterprises Limited, mengambil kendali atas Navi Mumbai International Airport Ltd. (NMIAL) yang sedang dibangun—yang 74 persen sahamnya dimiliki oleh MIAL.

Kesepakatan itu seperti dikutip dari www.thehindubusinessline.com, Senin (31/8/2020) juga akan memberi Adani 25% saham di Mumbai Aviation Fuel Farm Facility Private Limited (MAFFPL), sebuah usaha patungan yang dibentuk untuk mengoperasikan fasilitas pengisian bahan bakar untuk Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji (CSIA), dan 26% saham di Mumbai Airport Lounge Services Private Limited (MALSPL), entitas yang dikendalikan bersama yang mengelola layanan ruang tunggu di bandara.

Selain itu, pembelian saham tersebut akan memungkinkan Adani mengejar kontrak bandara di Indonesia. Pasalnya, GVK melalui PT GVK Services memiliki perjanjian layanan manajemen dengan otoritas bandara Indonesia, yakni PT Angkasa Pura 1 untuk mengelola operasi komersial nonaeronautika di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali.

BACA JUGA : Kulonprogo Sangat Butuh Hotel, Investor Hotel Bintang 3 & 4

GVK memiliki 97 persen saham di PT GVK Services yang mengelola dan mengoperasikan fasilitas komersial di Bandara Ngurah Rai.

Tak hanya sampai di situ, kesepakatan dengan GVK juga dapat memberi Adani peran dalam pengembangan Bandara Internasional Yogyakarta.

Beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari laman resmi GVK, PT Angkasa Pura II (Persero) telah memilih GVK sebagai mitra untuk mengubah Bandara Internasional Kaulanamu di Medan menjadi hub regional dan juga untuk mengembangkan Bandara Silangit di Sumatra Utara sebagai tujuan wisata.

PT Angkasa Pura II (Persero) dan GVK sedang dalam tahap pembahasan lanjutan untuk membuat kesepakatan definitif.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia