SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, Andry Indrady (tengah) saat meninjau kegiatan layanan Eazy Passport di Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Rabu (9/9/2020)./Harian Jogja-Abdu Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menggelar layanan pembuatan paspor di masa pandemi Covid-19 melalui Eazy Passport. Kali ini, kegiatan tersebut digelar di Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Rabu (9/9/2020).
Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, Andry Indrady menjelaskan layanan Eazy Passport merupakan terobosan baru yang dilakukan kantor imigrasi untuk memberikan pelayanan lebih dekat kepada masyarakat. Layanan tersebut juga bertujuan untuk mengurangi kontak fisik antara pemohon satu dengan pemohon lainnya sehingga dapat mencegah penularan atau penyebaran Covid-19.
"Di Kantor Bea Cukai ini ada 78 permohonan yang mengajukan layanan Eazy Passport. Tentunya kami menerapkan layanan ini sesuai protokol kesehatan. Jam kedatangan masing-masing pemohon kami bedakan," katanya di sela-sela kegiatan.
Andry menjelaskan, program Eazy Passport tidak melayani individu atau orang perorang tetapi harus diorganisir oleh komunitas. Layanan Eazy Passport diajukan secara kolektif oleh perkantoran, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas atau organisasi serta komplek perumahan.
Jumlah pendaftar dalam satu komunitas atau instansi yang dilayani, kata Andry, minimal 50 permohonan. Mereka akan dilayani oleh petugas yang sudah disiapkan oleh Kantor Imigrasi Yogyakarta sesuai lokasi yang disepakati.
"Masyarakat tinggal mengirimkan surat permohonan ke kantor imigrasi untuk menikmati layanan Eazy Passport. Jika jumlah permohonan sesuai dan kapasitas tempat memadai, kami akan datangi," katanya.
Ide ini muncul, katanya saat muncul kekhawatiran dari masyarakat untuk bepergian karena pamdemi Covid-19. Untuk menjawab kekhawatiran tersebut kantor imigrasi menjawab dengan Eazy Passport agar layanan paspor bisa lebih dekat dengan masyarakat.
"Masyarakat di sini bisa komunitas warga, sekolah, kantor, instansi swasta dan lainnya. Jadi masyarakat cukup stay di tempatnya dan biarkan kami yang datang," katanya
Andry memastikan, layanan Eazy Passport tersebut tidak menganggu layanan yang lebih dulu ada di kantor imigrasi, baik layanan reguler maupun online. "Ini cara kami agar warga tidak berkerumun datang ke kantor dan tetap memperhatikan protokol kesehatan," katanya.
Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Hengky Aritonang mengapresiasi layanan Eazy Passport yang digelar Kantor Imigrasi Yogyakarta. Menurutnya, permohonan dilakukan oleh pegawai bea cukai dan keluarganya. Dia berharap program serupa bisa diikuti oleh instansi-instansi lainnya.
"Banyak yang sebenarnya ingin membuat pasport tapi karena kondisi pandemi mereka khawatir juga. Nah kalau digelar di sini mereka juga merasa aman dan nyaman," kata Hengky.
Anggitasari, salah seorang pegawai Bea Cukai Yogyakarta mengakui layanan tersebut sangat membantu ia dan keluarganya untuk membuat passport. Passport tersebut rencananya akan digunakan untuk kegiatan umrah setelah pandemi Covid-19 berakhir. "Selain memudahkan, proses pembuatannya juga tidak berlangsung lama. Sekitar tujuh menit saja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Instagram menghadirkan Pixel, fitur AI baru untuk menyamarkan wajah atau objek di Stories hanya dengan perintah teks.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian