Harga Minyak Mentah Turun Menyusul Berita Donald Trump Positif Covid-19

Harga Minyak Mentah Turun Menyusul Berita Donald Trump Positif Covid-19Kilang minyak lepas pantai di Skotlandia - Bloomberg/Jason Alden
02 Oktober 2020 21:27 WIB Aprianto Cahyo Nugroho Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA–Tidak hanya pasar saham dan mata uang, harga komoditas termasuk minyak mentah pun melemah menyusul berita bahwa Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump positif terjangkit Covid-19.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November anjlok 2,7 persen ke level US$37,69 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 12.40 WIB. Sepanjang pekan ini, WTI melemah 6,4% sepanjang pekan ini.

Sementara itu, minyak patokan global, Brent, untuk pengiriman Desember 2020 terpantau melemah 2,4% ke level US$39,94 di bursa ICE Futures Europe setelah anjlok 3,2 persen pada hari Kamis.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam akun resmi twitternya, @realDonaldTrump,  bahwa dirinya bersama dengan Ibu Negara AS, Melania Trump, dinyatakan positif Covid-19.

Trump melakukan test Covid-10 setelah Hope Hicks, salah satu ajudan terdekatnya, positif mengidap Covid-19.

“Malam ini, @FOTUS [akun twitter Melania Trump] dan saya dinyatakan positif Covid-19. Kami akan memulai proses karantina dan pemulihan kami segera. Kami akan melewati ini bersama!,” tulis Donald Trump seperti dikutip dari akun resmi twitternya, Jumat (2/92/2020).

Berita Trump yang terjangkit Covid-19 diperkirakan mempertajam perhatian publik terhadap penanganan pandemi yang tidak efektif, di saat ia berkampanye pemilihan presiden melawan Joe Biden, yang memimpin dalam jajak pendapat nasional.

Sudah Melemah

Bahkan sebelum pengumuman ini, minyak mentah sudah melemah karena kemungkinan disahkanya stimulus fiskal AS sebelum pemilihan presiden November  mendatang mulai memudar setelah pembicaraan tidak menghasilkan terobosan langsung.

"Trump dan berita virus corona, bersama dengan ketidakpastian pembicaraan paket stimulus AS, hanyalah pemicu dan berfungsi sebagai pengingat bahwa ekonomi global dalam masalah setidaknya untuk enam bulan ke depan," kata pendiri Vanda Insights, Vandana Hari, seperti dikutip Bloomberg.

“Yang lebih penting dari hal tersebut adalah realisasi bahwa ada lebih banyak pasokan yang masuk ke pasar saat pertumbuhan permintaan melemah,” lanjutnya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com