Keracunan MBG Meluas, 170 Pelajar Jombang-Nganjuk Terdampak
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Pengunjung ke kios Aquatico Aquascape, Semarang.
Harianjogja.com, SEMARANG - Seorang pria bernama Antonius Suparyadi awalnya hanya menggeluti aquascape sebagai hobi pribadi. Namun pada 2017, ia memutuskan untuk mengembangkan hobinya ini.
“Awalnya karena hobi, kalau basic wirausahanya tidak ada. Tapi kok rasanya jenuh ikut orang terus, akhirnya saya coba banting setir barangkali dari hobi ini bisa jadi profesi,” ujarnya, dikutip dari Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com, Selasa (6/10/2020).
Akhirnya ia menyulap sebuah ruangan sederhana di rumahnya untuk dijadikan kios aquascape. Nama kiosnya Aquatico Aquascape, lokasinya tak jauh dari RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Ia menceritakan bahwa banyak konsumen yang kesulitan untuk menemukan lokasinya, tak jarang mereka menyarankan Anton, panggilan akrabnya, untuk membuka kios di lokasi lain.
“Tapi kalau pindah kios berarti saya juga harus menaikkan harga, saya gak tega sama konsumen,” jelasnya.
Baca Juga: Rentan Corona, PKL Lansia di Malioboro Diistirahatkan
Kiosnya ini memang dikenal peminat aquascape Semarang karena harga perlengkapan yang dijualnya sangat terjangkau. Tak jarang, pengusaha aquascape lain pun ikut memesan perlengkapan aquascape di kios milik Anton ini. Meskipun demikian, Anton mengakui bahwa bisnis utamanya justru bukan dari penjualan perlengkapan aquascape.
“Sebenarnya yang pokok malah jasa setting-nya, toko ini cuma buat identitas saja. Kalau orang menawarkan jasa setting aquascape biasanya kan dipertanyakan punya toko apa enggak, supaya konsumen lebih manteb aja,” jelasnya.
Harga yang dipatok Anton untuk mengatur satu aquascape pun beragam. “Biaya sekali setting itu tergantung ukuran,” tambahnya.
Sekali waktu, ia pernah memasang harga hingga Rp60 juta per aquascape. “Kemarin juga sempat pasang harga di Rp9 juta, karena cuma bantu pasang, alat-alat sudah siap dari konsumen. Jadi saya tinggal setting,” ungkapnya.
Baca Juga: Sudah Ratusan Warga di Gunungkidul Mundur dari Program PKH
Selama pandemi ini, ia juga mengalami kenaikan omzet. “Karena awal Covid-19 dulu banyak yang di rumah dan jenuh, akhirnya banyak yang cari kegiatan, salah satunya dengan aquascape ini,” jelasnya.
Pada bulan April-Mei lalu, ia mengakui sempat mengalami kenaikan omzet hingga 400%. Meskipun kini, omzet penjualan dan jasa setting aquascape sudah mulai normal lagi.
Anton juga menuturkan bahwa konsumen Aquatico Aquascape tidak hanya berasal dari Kota Semarang saja. “Konsumen sekitar Semarang ada. Kalau paling selatan ada konsumen dari Jogja. Di Madiun juga ada, Pekalongan juga,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 11 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
ALVA mencatat distribusi 20.000 unit pada September 2026, dengan pengguna yang telah menempuh lebih dari 78 juta kilometer.
SIPA 2026 resmi dibuka di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo. Sekitar 250 seniman dari 7 negara tampil dengan tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries.
Cara download video Facebook tanpa aplikasi lewat HP atau laptop. Simak langkah menyalin tautan hingga menyimpan video dengan aman.