Pandemi, Ekonomi Dunia Kontraksi, China Malah Tumbuh

Newswire
Newswire Jum'at, 09 Oktober 2020 23:27 WIB
Pandemi, Ekonomi Dunia Kontraksi, China Malah Tumbuh

Pemandangan Shanghai, China dari atas./Bloomberg-Qilai Shen

Harianjogja.com, JAKARTA-Perekonomian dunia pada 2020 diperkirakan akan terkontraksi sebesar 4,4% akibat pandemi, sebaliknya China akan menjadi satu-satunya negara maju yang memiliki catatan positif dengan pertumbuhan sebesar 2,3%.

Sementara itu, perekonomian di Amerika Serikat dan beberapa negara anggota Uni Eropa, masing-masing akan mengalami penurunan 6,5 persen dan 8,4 persen. Demikian hasil riset Ifo Institute dan EconPol Europe yang dikutip media China, Jumat (9/10/2020). 

Lembaga riset yang berkedudukan di Jerman itu melakukan survei terhadap 950 ahli ekonomi di 110 negara dan wilayah. Lebih dari sepertiga ahli ekonomi tersebut yakin bahwa pemulihan ekonomi global berlanjut paling lambat hingga 2022.

Beberapa indikator ekonomi utama memperkirakan China memiliki catatan positif. Produk domestik bruto China meningkat 3,2% pada kuartal kedua tahun ini, berbalik dari kontraksi 6,8 persen pada kuartal pertama.

Indikator Ekonomi

Biro Statistik Nasional China (NBS) menyebutkan beberapa indikator ekonomi telah mencatat momentum peningkatan pada kuartal ketiga.

PMI manufaktur atau indikator ekonomi yang mencerminkan keyakinan manajer bisnis di sektor manufaktur China pada September menjadi 51,5 atau naik dari Agustus yang tercatat 51.

Selain itu, output nilai tambah sektor industri China pada Agustus tahun ini meningkat 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan pada Juli tahun ini 4,8%.

Indeks produksi jasa juga meningkat 4% pada Agustus, sedangkan Juli hanya meningkat 0,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online