Di Tengah Pandemi, JITM 2020 Digelar Secara Virtual

Di Tengah Pandemi, JITM 2020 Digelar Secara VirtualIngat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun. - Antara
07 November 2020 07:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bursa pariwisata yang mempertemukan industri pariwisata dengan calon pembeli Jogja International Travel Mart (JITM) 2020, Selasa (10/11/2020) digelar secara daring di tengah pandemi Covid-19.

Kegiatan yang dilakukan secara daring tersebut juga sebagai wujud dukungan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dihelat secara daring, JITM 2020 akan disajikan semaksimal mungkin dan juga diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. “Digelar secara virtual nanti, kami setting tidak sekedar pakai Zoom tatap layar, tetapi sistem yang benar-benar kami siapkan. Jadi prototipe pertama, menjawab di era digital. Virtual ini justru akan memperluas lingkup kita,” ucap Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, Jumat (6/11).

Buyer yang didatangkan di tahun kemarin dikatakan Singgih akan didatangkan lagi, terlebih yang berada di kawasan Asean mengingat ASEAN menjadi target DIY pada 2025. “Seluruh dunia, sister province dan lain-lain. Partnership kita manfaatkan untuk mendatangkan buyer. Tujuan belum menjual, paling tidak mengabarkan apa yang buat di new normal. Shifting apa yang telah kita siapkan. Protokol pencegahan Covid-19 untuk membangun kepercayaan,” ucapnya.

Ketua Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) DIY, Hery Setyawan mengatakan gelaran JITM 2020 sebagai wujud eksistensi dari pariwisata di DIY, dan menunjukan bagaimana kesiapan pariwisata di DIY menghadapi adaptasi kebiasaan baru.

“Belum ada target buyer baru. Kali ini mungkin lebih membuktikan dunia luar, industri pariwisata di DIY masih ada dan masih eksis. Menunjukkan juga bagaimana keseriusan penanganan pandemi Covid-19. Kami kan ingin masyarakat luar tahu di DIY kondisi pandemi, tertib sesuai protokol, menerapkan 3M itu. Jangan sampai bisnis juga jadi klaster, kami kan inginnya yang berkelanjutan,” ucap Hery.

Pelaksanaan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak, sangat penting untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.