Menangkap Peluang Usaha Kuliner di Tengah Lesunya Bisnis Properti

Menangkap Peluang Usaha Kuliner di Tengah Lesunya Bisnis PropertiPengusaha muda Richie Magnahati (kanan) saat berada di Warmindo miliknya, Sabtu (7/11/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
09 November 2020 08:27 WIB Sunartono Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Hampir sebagian besar jenis bisnis terdampak pandemi. Banyak yang bangkrut hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. Mental pengusaha benar-benar diuji di saat pandemi. Namun pandemi juga menjadi bukti bahwa mereka yang mampu berinovasi yang menjadi pemenang untuk bisa bertahan.

Hal itu seperti yang dilakukan seorang pengusaha muda Richie Magnahati. Di bawah bendera Magna Land Properti ia mengembangkan bisnis properti. Saat badai pandemi menghantam, tak memberikan peluang propertinya berkembang secara signifikan.

BACA JUGA : Terdampak Covid-19, Pelaku Usaha DIY Minta Kemudahan

“Sebenarnya properti ini sudah mulai turun beberapa tahun terakhir, tetapi begitu ada Covid-19 ini terjun bebas. Jualan di atas Rp500 juta susah sekali, saat ini yang laku rata-rata Rp300 jutaan,” katanya saat berbincang di Cafindo yang merupakan warung makan rintisannya, Sabtu (7/11/2020).

Tetapi, ia tidak ingin melakukan PHK atau merumahkan karyawannya yang jumlahnya puluhan, mulai dari yang bekerja di perkantoran hingga tukang di lapangan. “Kalau perkantoran masih bisa bekerja, untuk yang tukang di lapangan lokasi pekerjaan ada yang kena lockdown warga, sempat tidak bisa bekerja. Tetapi saya bayar mereka, paling tidak untuk makan dengan keluarganya,” katanya.

Karena penjualan sepi, timnya lebih banyak mengalihkan usaha properti memberikan pelayanan pada proyek renovasi. Hal itu dilakukan berdasarkan prediksinya bakal jarang masyarakat membeli rumah karena ekonomi sulit dan mereka lebih banyak memperbaiki rumah warisan yang sudah dimiliki. Upayanya berhasil dan justru bisa membuka lapangan pekerjaan terutama untuk di bagian lapangan.

BACA JUGA : BPS Bakal Survei Usaha Terdampak Pandemi 

“Melalui peluang itu kami justru bisa menambah karyawan lagi, tukang itu banyak kami menambah orang,” ujarnya.

Richie kembali melakukan inovasi dengan membuka kuliner dengan menyasar properti menganggur dan tidak terpakai. Karena ia melihat banyak bangunan rumah yang kosong akibat pandemi seperti indekos dan sejenisnya. Timnya pun memutuskan untuk menggunakan sebuah rumah di Jalan Flamboyan, Deresan, Caturtunggal, Depok, Sleman menjadi sebuah Warmindo yang diupgrade naik kelas dengan nama Cafindo Murawae.

Bangunan yang digunakan pun sangat sederhana, hanya beberapa kayu dan bagian atapnya asbes, namun dimodifikasi dengan interior yang menarik sehingga terlihat sangat rapi. Dengan membuka usaha kuliner tersebut ia merasakan betapa tingginya minat kerja masyarakat di tengah pandemi. Saat melakukan proses perekrutan karyawan warung, jumlah pendaftar sedikitnya ada 80 orang, kemudian diseleksi menjadi enam orang.

“Usaha kuliner ini juga saya melihat peluang, awalnya mau saya buat agak sedikit mewah, ditutup diberi AC. Kemudian saya berfikir, kondisi ekonomi yang belum begitu bangkit nanti siapa pembelinya, akhirnya dibiarkan saja cukup dimodifikasi sedikit, dengan menyasar harga menengah ke bawah, Warmindo lah tetapi naik sedikit,” ucap pria yang juga CEO Magnaland ini.

BACA JUGA : Terdampak Pandemi Corona, Bisnis Hotel Bujet Airy Berhenti

Selain itu kondisi warung agak terbuka sehingga pengunjung busa jaga jarak dan tetap menerapkan protokol Kesehatan. Usaha kuliner itu mulai ia buka pada Sabtu (7/11/2020) lalu. Menu yang ia sajikan mulai dari Rp4.000 hingga Rp13.500 untuk berbagai jenis minuman. Sedangkan untuk makanan berat yang didominasi mie dengan harga mulai Rp7.000 hingga Rp14.000. Kelebihannya ia menambahkan aneka jenis toping untuk menu mie untuk menarik pembeli dengan harga terjangkau.  

Semangatnya dalam menangkap peluang bisnis, bukan semata-semata untuk mencari keuntungan tetapi agar bisa memberikan manfaat bagi orang lain. “Dan alhamdulillah selama pandemi saya tidak merumahkan karyawan, justru menambah karyawan,” katanya.