Soal Kemudahan Akses Listrik, Indonesia di Peringkat 33 Dunia

Soal Kemudahan Akses Listrik, Indonesia di Peringkat 33 DuniaPetugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik pascatsunami Selat Sunda di jalan raya Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja
15 November 2020 11:57 WIB Zufrizal Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral optimistis investasi di Indonesia akan makin meningkat menyusul kenaikan peringkat kemudahan akses listrik atau getting electricity yang cukup signifikan dalam 5 tahun terakhir.

Berdasarkan hasil pemeringkatan kemudahan akses listrik yang dikeluarkan oleh World Bank, Indonesia berhasil naik ke peringkat 33 pada 2020. Sebelumnya, Indonesia hanya menempati posisi 75 pada 2015. Dengan hasil ini masyarakat makin mudah untuk mendapatkan akses listrik.

"Ini jadi salah satu indikator dalam memperbaiki iklim berbisnis di Indonesia," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi melalui siaran pers seperti dikutip dari laman kementerian itu, Minggu(14/11/2020).

Baca juga: Kelompok Relawan di Pengungsian Merapi Diminta Melapor

Menurut Agung, keberhasilan menggenjot peringkat getting electricity dilakukan melalui berbagai usaha, yaitu memastikan pasokan listrik yang andal dan terjangkau, mendorong inovasi, serta memastikan layanan konsumen menjadi prioritas utama.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril melalui keterangan resminya menegaskan bahwa ketersediaan pasokan tak lepas dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh PLN.

Di sisi pembangkit, hingga September 2020, kapasitasnya telah mencapai 63,3 Gigawatt (GW), meningkat sekitar 7,8 GW sejak 2015 yang ketika itu baru mencapai 55,52 GW.

"Dengan adanya penambahan infrastruktur ini tentu membuat ketersediaan pasokan listrik dan keandalannya meningkat. Listrik tak hanya tersedia di Jawa dan pusat kota, tetapi di seluruh Indonesia, sampai ke pelosok desa," tutur Bob.

Sumber : bisnis.com