BPD DIY-PT JMM Tandatangani Kesepakatan soal Tol Jogja-Solo

BPD DIY-PT JMM Tandatangani Kesepakatan soal Tol Jogja-SoloDirektur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad (kiri) dan Direktur Utama PT JMM, Adrian Priohutomo (tengah), disaksikan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menandatangani lembar kerja sama pembangunan Tol Jogja-Solo, di Kantor BPD DIY, Selasa (15/12). - Istimewa/BPD DIY
15 Desember 2020 16:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY dan PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) resmi menandatangani kesepakatan kerja sama terkait dengan proyek pembangunan Tol Jogja-Solo. Melalui kerja sama yang ditandatangani di Kantor BPD DIY, Selasa (15/12/2020) itu, diharapkan bisa berdampak positif bagi perekonomian di DIY.

Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad mengungkapkan dengan ditandatanganinya kerja sama itu diharapkan bisa bermanfaat baik jangka pendek maupun jangka panjang. “Dalam jangka pendek insyaallah membuat BPD DIY lebih berfungsi lagi sebagai intermediary bank, sehingga fungsi di dalam pembangun proyek konstruksi strategis nasional dapat berperan aktif,” ucap Santoso, Selasa.

Sementara untuk jangka panjang, tol ini menurutnya sangat strategi dalam pengembangan ekonomi di DIY. Selaras dengan itu BPD DIY coba terus berkembang selaras dengan tuntutan perkembangan masyarakat di DIY. “Ini menjadi momentum segera bangkit dari kondisi Covid-19,” ucapnya.

Adapun beberapa hal yang dikerjasamakan antara BPD DIY dengan PT JMM menyangkut pembayaran dana ganti untung talangan tanah melalui rekening PT Bank BPD DIY; kerja sama pembiayaan dengan subkontraktor yang mengerjakan konstruksi; kerja sama pembiayaan dana talangan tanah; serta kerja sama kredit investasi untuk pembangunan jalan tol.

Direktur Utama PT JMM, Adrian Priohutomo mengatakan selaras dengan program pemerintah terkait pembangunan infrastruktur, maka PT JMM berperan melaksanakan pembangunan jalan tol dari Jogja-Solo-Kulonprogo yang panjangnya mencapai 97 kilometer.

Dari panjang itu dikatakannya sebagian besar ada di DIY. “Berharap dengan adanya tol ini dapat memenuhi kebutuhan transportasi, jalan raya, khususnya yang memberi manfaat kepada masyarakat. Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekitarnya, khususnya DIY,” ujar Adrian.

Dia mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi fokus pihaknya, integrasi aeropolis di Kulonprogo. Kedua, rencana penyesuaian trase, di Mlangi, Sleman karena ada pondok pesantren yang terlampaui trasenya, mereka berharap tidak terkena. Saat ini pihaknya tengah berdiskusi dengan Pesantren. Serta ketiga, dukungan dari Pemprov untuk seksi tiga tol.

Dia juga mengungkapkan untuk kebutuhan pendanaan ditaksir sebesar Rp18,9 triliun, dan juga backup dana talangan, paling tidak Rp3 triliun.

Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyambut baik dengan dukungan dan kerja sama BPD DIY dan PT JMM. Dia berpesan agar proyek pembangunan tol ini dapat bermanfaat bagi masyarakat mendukung pertumbuhan ekonomi. “Bagaimana tol ini dibangun bisa memicu pertumbuhan ekonomi di daerah, itu bisa nyata,” ucapnya.

Dia mengatakan dengan aktivitas pembangunan tol ini diharapkan dapat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di DIY yang terpukul akibat pandemi Covid-19, di mana pada triwulan II/2020 mencapai kontraksi 6,72%, dan pada triwulan III/2020, tumbuh lebih baik dengan kontraksi 2,84%. Sementara untuk triwulan IV diharapkan akan semakin membaik dengan proyek tol ini.

“Dengan adanya tol nantinya semoga bisa mendorong agar usaha mikro kecil dan menengah dapat ambil bagian, dan merasakan dampak positif adanya tol.”