Advertisement
Ingat! Jangan Beli Saham Hanya karena Influencer
Investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong memaparkan materinya pada acara Mega Talkshow Investasi 2020 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Bisnis - Rachman
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Investor senior Lo Kheng Hong turut memberikan wejangan kepada para investor saham terkait dengan tren influencer yang ramai berbagi unggahan mengenai investasi.
Dalam sebuah rekaman diskusi virtual bertajuk Prospek Investasi Saham di Bursa Efek Indonesia, yang berlangsung pada pekan ini, Lo Kheng Hong berpesan agar tidak membeli saham hanya karena influencer.
Advertisement
"Karena influencer, yang saya dengar membeli saham yang valuasinya sangat mahal. [Ada] influencer yang beli satu saham 162 kali PE, 110 kali, sangat mengerikan buat saya. Kasihan orang awam tidak mengerti," ujarnya.
Dia menyatakan khawatir banyak masyarakat yang membeli saham hanya karena ikut-ikutan, pasalnya sang influencer memiliki banyak follower di media sosial.
Lo Kheng Hong berpesan jika investor ingin membeli saham, maka haruslah saham perusahaan yang dikenal dan telah diketahui fundamentalnya agar tidak menyesal nanti.
"Jangan pernah membeli kucing dalam karung. Tuhan Maha Pengampun, bursa tidak kenal belas kasian, tidak kenal ampun pada apa yang dibeli," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyampaikan meskipun pandemi Covid-19 melanda negeri, lantai bursa justru kebanjiran investor baru. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saat ini ada 4,1 juta investor di pasar modal.
“Kemarin itu [17 Januari 2021], investor baru kita sudah menembus 4 juta. Jadi, bukan 3 juta, ini penambahan luar biasa. Bila kita flashback pada 2016 masih di bawah 1 juta, masih 894. Saat ini sudah 4 juta hampir 4,1 juta,” ungkap Inarno.
Lebih jauh dia menjelaskan, invesor aktif di bursa saham pada 2020 mencapai 94.000 per hari. Transaksi harian mencapai frekuensi tinggi pada Desember 2020.
Bahkan, puncak transaksi rata-rata pada 22 Desembar 2020 menembus 1,6 juta. “Kalau kita lihat hari-hari ini kita tercengang lagi. Kita saudah sampai 2 juta,” terangnya.
Inarno juga menyebutkan posisi pasar modal di Indonesia kian jauh meninggalkan negeri jiran. Sejak 2017 Indonesia mencatatkan transaksi harian tertinggi di antara negara Asean. Sebelum tahun itu, Thailand mencatatkan pemuncak.
Saat ini transaksi harian di Indonesia 619.000. Meninggalkan Thailand 496.000, Malaysia 401.000. “Singapura di bawah frekuensi kita jauh.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Warga Sleman Masih Bisa Urus SIM di Pagi Hari Ini Jadwal Lengkapnya
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
- Ekspor Batu Bara Kena Pungutan Baru, Berlaku Mulai 1 April 2026
- Rupiah Menguat Tipis Saat Pasar Menunggu Sinyal Damai Iran
- Pemerintah Berupaya BBM Subsidi Tetap Aman Saat Dunia Bergejolak
- Mulai 1 April, Kuota BBM Malaysia Dipotong
Advertisement
Advertisement







