Berkat Pertamina, Bakmi Jawa Mbah Harjo Sukses Bertahan Di Tengah Pandemi

Berkat Pertamina, Bakmi Jawa Mbah Harjo Sukses Bertahan Di Tengah Pandemi Proses pembuatan Bakmi Jawa Mbah Hardjo. - Istimewa/Pertamina
18 Februari 2021 17:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pandemi Covid-19 berimbas pada semua sektor, tak terkecuali usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hebatnya, pelaku UMKM tak menyerah pada keadaan. Berbagai cara dilakukan untuk dapat bertahan dalam kondisi sulit saat ini.

Pertamina, melalui Program Kemitraan hadir untuk menjembatani dengan sejumlah program agar UMKM bisa bangkit dan naik kelas.

Pemilik usaha Bakmi Jawa Mbah Hardjo, Bambang Tri Mulyono, menjadi salah satu UMKM yang terimbas pandemi. Namun, berkat pendampingan yang dilakukan Pertamina, usahanya kini berangsur mulai normal kembali. “Produk saya ini juga semakin dikenal banyak pelanggan bukan hanya di sekitar Jogja, tapi di Jakarta dan kota-kota lainnya bahkan sudah sampai Jeddah, Arab Saudi, berkat pameran UMKM yang disponsori oleh Pertamina di sana,” ucap Bambang, melalui siaran pers yang diterima Harianjogja.com, Kamis (18/2/2021).

Bambang menuturkan, Pertamina juga senantiasa memberikan kesempatan pelatihan untuk mitra binaan seperti cara mengelola keuangan hingga pemasaran secara daring. Bahkan Pertamina juga kerap membantu usaha mitra binaannya bertahan di tengah pandemi Covid-19. Terakhir, dia mengikuti program Pertamina UMKM Academy: Fast Track dan berhasil lulus karena dianggap telah naik kelas.

Pelaku usaha kuliner di Jalan Keloran No.8, Senggotan, Kasihan, Bantul, ini memulai usahanya sejak 2009 lalu. Dimulai dari resto bakmi Jawa biasa, hingga kini lambat laun tercipta inovasi produk bakmi Jawa kemasan kaleng yang mungkin menjadi yang pertama dan masih satu-satunya hingga saat ini.

“Kami ingin bakmi Jawa Mbah Hardjo ini bisa dinikmati semua konsumen di manapun. Jadi harus tahan lama. Hingga akhirnya tercipta formula ini dengan masa kadaluarsa hingga satu tahun. Sampai saat ini sudah ada 14 jenis makanan kaleng,” ujarnya.

Tidak hanya Bakmi Jawa, terdapat menu lain seperti rica ayam kampung, sarden tuna, tengkleng domba, sate goreng domba, tongseng domba, dan domba lada hitam.

Dengan kemasan tahan lama ini, Bambang memasarkan produknya hingga ke berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya dengan bantuan media sosial dan lokapasar dengan nama Bakmi Jawa Kaleng Mbah Hardjo.

Dengan inovasi itu, dia mengaku mampu meraup omzet sekitar Rp50-60 juta per bulan. Dibantu oleh tujuh orang ibu rumah tangga, Bambang mampu memenuhi permintaan pasar dengan tetap mengimplementasikan ESG di bidang sosial. 

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto mengapresiasi inovasi unik yang dilakukan Bambang. Menurutnya, hal itu dapat meningkatkan daya saing produk dan membuat UMKM itu naik kelas. “Terpenting usaha ini telah banyak membantu banyak orang melalui lapangan pekerjaan yang disediakan. Sehingga dapat menjadi salah satu implementasi poin ke-8 SDGs,” ujarnya.

Pejabat sementara (Pjs.) Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah, Arya Yusa Dwicandra menambahkan Pertamina akan terus senantiasa membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya melalui Program Kemitraan. “Bagi pelaku UMKM yang berminat mengikuti Program Kemitraan Pertamina dan menjadi mitra binaan dapat menghubungi kontak Pertamina di nomor 135 atau melalui www.pertamina.com,” ucap Arya.