Segera Dapatkan, Uang Pecahan Rp75.000 Kini Beredar Lebih Luas

Segera Dapatkan, Uang Pecahan Rp75.000 Kini Beredar Lebih LuasWarga memperlihatkan uang lembar pecahan Rp75.000 usai melakukan penukaran di Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/8/2020). - JIBI/Bisnis Indonesia/Rachman
29 Maret 2021 01:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sempat diedarkan secara terbatas untuk memperingati 75 tahun kemerdekaan Indonesia, kini distribusi uang pecahan Rp75.000 kian diperluas.

“Uang itu [Rp75.000] itu dicetak dalam tanda kutip memberi kenang-kenangan ke masyarakat. Jadi bisa dimiliki masyarakat luas. Silakan melalui perbankan bisa menukarkan. Per satu KTP kuotanya 100 lembar, kami persilakan,” ujar Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) DIY, Miyono, Minggu (28/3/2021).

Saat disinggung berapa banyak pecahan Rp75.000 untuk wilayah DIY yang diedarkan, Miyono tidak merincinya, hanya memang dia memastikan jumlahnya masih banyak. “Silakan menukarkan, masih banyak, artinya stok kami masihlah. Boleh dibelanjakan, dari awal juga boleh,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono melalui siaran pers menjelaskan penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 Tahun RI baik secara individu maupun kolektif dapat dilakukan di Kantor BI dengan tata cara pemesanan dan penukaran yang sama dengan mekansime sebelumnya. Masyarakat dapat melakukan pemesanan individu melalui pintar.bi.go.id dan memilih tanggal penukaran yang sama dengan tanggal pemesanan (penukaran H+0) pabila pemesanan dilakukan sebelum pukul 11.30 waktu kantor BI setempat. Mekanisme penukaran individu maupun kolektif dapat dilihat dalam aplikasi Pintar.

“Penyempurnaan mekanisme penukaran UPK 75 Tahun RI ini diharapkan bisa memberi kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan lebih banyak UPK 75 Tahun RI,” ujarnya.

Diketahui ada sejumlah makna dibalik peluncuran uang Rp75.000. Pertama, mensyukuri kemerdekaan, dengan foto proklamator, pengibaran bendera proklamasi, dan pencapaian pembangunan khususnya infrastruktur.

Kedua, memperteguh kebinekaan dengan gambar anak-anak menggunakan pakaian adat yang mewakili Indonesia wilayah barat, tengah dan timur, serta ada motif songket Sumatra Selatan, batik kawung Jawa dan tenun gringsing Bali, menggambarkan keanggunan, kebaikan, dan kesucian.

Ketiga, menyongsong masa depan gemilang, digambarkan dengan anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus SDM unggul yang siap mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kemudian, peta Indonesia emas pada bola dunia yang melambangkan peran strategis Indonesia dalam ranah global, dan gambar satelit merah putih sebagai jembatan komunikasi NKRI.