Advertisement

Masyarakat Jogja yang Inginkan Uang Pecahan Rp75.000 Diminta Sabar, Ini Alasannya

Herlambang Jati Kusumo
Selasa, 18 Agustus 2020 - 14:47 WIB
Nina Atmasari
Masyarakat Jogja yang Inginkan Uang Pecahan Rp75.000 Diminta Sabar, Ini Alasannya HUT RI, Bank Indonesia Meluncurkan Uang Khusus Rp 75.000. - Ist/Suara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Animo terhadap uang peringatan Kemerdekaan ke-75 dengan nominal Rp75.000 tinggi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY minta masyarakat untuk sabar.

Kepala BI DIY, Hilman Tisnawan mengatakan pada tahap awal BI DIY yang membuka penukaran hingga Kamis (3/9/2020) telah terisi penuh kuotanya. “Ini bukan berarti masyarakat tidak bisa mendapatkan, kami harap masyarakat sabar. Nanti akan ditambah lagi kuotanya,” kata Hilman, Selasa (18/8/2020).

Advertisement

Baca juga: BP Jamsostek Jelaskan Kriteria Perusahaan yang Bisa Dapat Subsidi Gaji

Saat disinggung mengenai berapa jumlah total untuk wilayah DIY, Hilman tidak mengungkapkan secara detail. “Untuk DIY cukup nanti, sudah diperhitungkan dengan rasio masyarakat di DIY. Ini untuk pembatasan sesuai protokol pencegahan Covid-19 juga setiap harinya kami hanya melayani 150 lembar,” ujarnya.

Hilman mengatakan pada awal Oktober nanti selain pelayanan dari BI, juga akan dibantu dengan bank umum yang telah ditunjuk untuk memberi pelayanan penukaran pecahan Rp75.000, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, dan CIMB Niaga.

Baca juga: BNN Minta Bandar Narkoba Sebaiknya Dimiskinkan Agar Jera

Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi menjelaskan makna dibalik peluncuran uang Rp75.000. Pertama, mensyukuri kemerdekaan, dengan foto proklamator, pengibaran bendera proklamasi, dan pencapaian pembangunan khususnya infrastruktur. Kedua, yaitu memperteguh kebhinekaan dengan gambar anak-anak menggunakan pakaian adat yang mewakili wilayah Barat, Tengah dan Timur, serta ada motif songket Sumatera Selatan, batik Kawung Jawa dan tenun Gringsing Bali, menggambarkan keanggunan, kebaikan, dan kesucian.

Ketiga, yaitu menyongsong masa depan gemilang, digambarkan dengan anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus SDM unggul yang siap mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kemudian, peta Indonesia emas pada bola dunia yang melambangkan peran strategis Indonesia dalam ranah global, dan gambar satelit merah putih sebagai jembatan komunikasi NKRI.

“Uang ini merupakan lambing kedaulatan, tidak hanya sebagai pembayaran. Keamanan juga kami pastikan, agar tidak ada yang memalsukan. Sejauh ini juga animo masyarakat sangat tinggi untuk mendapatkan uang tersebut, kami sudah perhitungkan untuk kebutuhannya,” ujarnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

BUMDes di Sleman Perlu Digerakkan untuk Pemulihan Ekonomi

Sleman
| Senin, 23 Mei 2022, 22:37 WIB

Advertisement

alt

Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Wisata
| Senin, 23 Mei 2022, 14:27 WIB

Advertisement

Advertisement