Advertisement
Larangan Mudik Bikin Mal Terancam Kian Sepi
Pegawai mengukur suhu tubuh pengunjung di pusat perbelanjaan Galeria Mall, Jogja, Rabu (10/6/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kebijakan pelarangan mudik diprediksi bakal berdampak pada sektor wisata, salah satunya adalah terkait dengan jumlah kunjungan di mal dan pusat perbelanjaan.
Ketua APPBI DIY, Surya Ananta mengatakan saat mudik Lebaran sebenarnya menjadi momen penting bagi mal untuk dapat meningkatkan penjualan. “Dalam se tahun itu titik puncaknya ada dua, yaitu Lebaran, dan Natal-Tahun Baru. Kalau egak terjadi lagi [peningkatan kunjungan mal] akan makin turun pasti permodalan,” ucapnya, Senin (29/3/2021).
Advertisement
Untuk itu, dia berharap kebijakan pelarangan mudik nantinya disertai sedikit kelonggaran untuk masyarakat, dalam artian tetap protokol kesehatan tetap menjadi perhatian utama. “Jadi pergerakan itu tetap ada dan protokol kesehatan berjalan, sehingga perekonomian tidak mandek. Jogja sangat mengandalkan orang dari luar,” ucapnya.
Meski begitu, saat ini APPBI DIY diakui Ananta masih menunggu petunjuk pelaksanaan terkait kebijakan tersebut. "Kami masih menunggu aturan bakunya dulu. Prinsipnya berdampak sangat kuat [pelarangan mudik] dalam perekonomian di kondisi pandemi Covid-19 kali ini," ujar General Manager Plaza Ambarrukmo tersebut.
Sementara untuk tetap menarik pengunjung datang, selain penerapan protokol kesehatan yang ketat, berbagai promo juga ditawarkan.
Dia menjelaskan pandemi sangat berdampak pada mal. Pada awal pandemi atau Maret-April jumlah pengunjung mal sangat drop, kemudian berangsur membaik hingga puncaknya pada akhir 2020.
Namun, setelah itu kembali menurun karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), baru mulai Maret sedikit membaik.
Dia juga tidak memungkiri ada sejumlah tenant yang tutup, tetapi jika dilihat lagi antara jumlah tenant yang tutup, dengan jumlah yang berniat untuk mengisi tenant yang kosong masih seimbang.
“Ada beberapa brand yang tidak kuat, dan memang sudah ada problem sebelumnya. Namun, ada juga tenant yang melakukan ekspansi masuk,” ucapnya.
Sebelumnya, dilansir dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan keputusan pelarangan mudik itu ditetapkan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan setelah digelarnya rapat koordinasi antara Kemenko PMK dengan sejumlah kementerian/lembaga terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Senin, Open House Sultan di Kepatihan. 70 Angkringan Disiapkan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Mulai 1 April, Kuota BBM Malaysia Dipotong
- Rupiah Terkikis di Awal Perdagangan Pagi Ini
- Harga Emas Antam Tergelincir Tajam Pagi Ini Turun Puluhan Ribu
- IHSG Tertekan Sentimen Global Arah Konflik Belum Jelas
- SPT Pajak Sudah Tembus Jutaan, Tenggat Diperpanjang Sampai April
- Pajak Ekspor Batu Bara Belum Berlaku, Pemerintah Masih Hitung Dampak
- Lonjakan Penumpang KRL Jogja Tembus Ratusan Ribu Saat Lebaran
Advertisement
Advertisement







