Larangan Mudik Bikin Mal Terancam Kian Sepi

Larangan Mudik Bikin Mal Terancam Kian SepiPegawai mengukur suhu tubuh pengunjung di pusat perbelanjaan Galeria Mall, Jogja, Rabu (10/6/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
30 Maret 2021 00:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kebijakan pelarangan mudik diprediksi bakal berdampak pada sektor wisata, salah satunya adalah terkait dengan jumlah kunjungan di mal dan pusat perbelanjaan.

Ketua APPBI DIY, Surya Ananta mengatakan saat mudik Lebaran sebenarnya menjadi momen penting bagi mal untuk dapat meningkatkan penjualan. “Dalam se tahun itu titik puncaknya ada dua, yaitu Lebaran, dan Natal-Tahun Baru. Kalau egak terjadi lagi [peningkatan kunjungan mal] akan makin turun pasti permodalan,” ucapnya, Senin (29/3/2021).

Untuk itu, dia berharap kebijakan pelarangan mudik nantinya disertai sedikit kelonggaran untuk masyarakat, dalam artian tetap protokol kesehatan tetap menjadi perhatian utama. “Jadi pergerakan itu tetap ada dan protokol kesehatan berjalan, sehingga perekonomian tidak mandek. Jogja sangat mengandalkan orang dari luar,” ucapnya.

Meski begitu, saat ini APPBI DIY diakui Ananta masih menunggu petunjuk pelaksanaan terkait kebijakan tersebut. "Kami masih menunggu aturan bakunya dulu. Prinsipnya berdampak sangat kuat [pelarangan mudik] dalam perekonomian di kondisi pandemi Covid-19 kali ini," ujar General Manager Plaza Ambarrukmo tersebut.

Sementara untuk tetap menarik pengunjung datang, selain penerapan protokol kesehatan yang ketat, berbagai promo juga ditawarkan.

Dia menjelaskan pandemi sangat berdampak pada mal. Pada awal pandemi atau Maret-April jumlah pengunjung mal sangat drop, kemudian berangsur membaik hingga puncaknya pada akhir 2020.

Namun, setelah itu kembali menurun karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), baru mulai Maret sedikit membaik.

Dia juga tidak memungkiri ada sejumlah tenant yang tutup, tetapi jika dilihat lagi antara jumlah tenant yang tutup, dengan jumlah yang berniat untuk mengisi tenant yang kosong masih seimbang.

“Ada beberapa brand yang tidak kuat, dan memang sudah ada problem sebelumnya. Namun, ada juga tenant yang melakukan ekspansi masuk,” ucapnya.

Sebelumnya, dilansir dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan keputusan pelarangan mudik itu ditetapkan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan setelah digelarnya rapat koordinasi antara Kemenko PMK dengan sejumlah kementerian/lembaga terkait.