Advertisement
Berat, Begini Kondisi Keuangan Garuda Indonesia
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017). - Bisnis/Dedi Gunawan\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Memasuki akhir semester I/2021, kinerja keuangan PT Garuda Indonesia Tbk atau emiten berkode saham GIAA tersebut tidak kunjung membaik karena imbas pandemi.
Manajemen Garuda Indonesia mengakui memiliki utang sebesar Rp70 triliun atau US$4,9 miliar. Berdasarkan laporan keuangan September 2020, berikut daftar kreditur Garuda Indonesia.
Advertisement
Utang jangka pendek Garuda mencapai US$754 juta, yang mana US$236,63 juta berasal dari perbankan seperti Bank Panin US$119,84 juta, Bank Permata US$31,6 juta, dan ICBC Bank US$24 juta.
Sementara itu, utang jangka panjang Garuda mencapai US$260,95 juta. Bank yang menjadi kreditur adalah Bank Maybank US$37,27 juta, dan Bank BCA US$205.488.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan kondisi maskapai penerbangan pelat merah tersebut mengalami kondisi berat.
Baca juga: Pasar Potrojayan Direvitalisasi, 338 Pedagang Direlokasi
Kinerja Garuda Indonesia mulai dari terlilit utang Rp70 triliun hingga penawaran pensiun dini bagi karyawan perusahaan. Irfan mengatakan Garuda Indonesia memiliki utang sebesar Rp70 triliun atau US$4,9 miliar.
Jumlah utang tersebut bertambah lebih dari Rp1 triliun per bulannya seiring dengan penundaan pembayaran yang dilakukan perusahaan kepada pada pemasok.
"Saat ini arus kas GIAA berada di zona merah dan memiliki ekuitas minus Rp41 triliun," paparnya dikutip dari Bloomberg, Minggu (23/5/2021).
Dampak pandemi virus corona juga terasa pada penurunan harga sukuk Garuda Indonesia. Tercatat, selama sebulan terakhir harga sukuk yang diterbitkan GIAA senilai US$500 juta turun sekitar 7 sen ke 81. Level tersebut merupakan harga terendah sejak Januari 2021 lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Penjualan Tiket KAI Tembus 4 Juta pada Arus Balik Nataru
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
- Emas Antam Terjun Bebas, Harga Turun Rp95.000 per Gram
- Penjualan Tiket Kereta Api Jarak Jauh Melonjak hingga Jutaan Kursi
Advertisement
Jadwal Bus Sinar Jaya ke Pantai Parangtritis dan Baron, 13 Januari
Advertisement
Favorit Nataru, KA Joglosemarkerto Angkut Puluhan Ribu Penumpang
Advertisement
Berita Populer
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
- OJK DIY Catat Industri Jasa Keuangan Tumbuh Stabil
- Penjualan Bakpia dan Wingko Pasar Ngasem Ditarget Naik 50 Persen
- Mentan Percepat Rehabilitasi Irigasi Demi Swasembada Beras
- Penjualan Tiket KAI Tembus 4 Juta pada Arus Balik Nataru
- BRI Pasang PJU Tenaga Surya di Desa Sumberagung Grobogan
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Pegadaian Stagnan Hari Ini
Advertisement
Advertisement



