Advertisement
Penjualan Bakpia dan Wingko Pasar Ngasem Ditarget Naik 50 Persen
Foto ilustrasi bakpia. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pelaku usaha bakpia dan wingko di kawasan Pasar Ngasem Jogja menargetkan peningkatan omzet hingga 50 persen ke depan seiring membaiknya kunjungan wisata dan penguatan promosi digital sebagai penopang utama penjualan oleh-oleh khas Jogja.
Target peningkatan omzet tersebut disampaikan menyusul evaluasi penjualan selama periode libur akhir tahun, yang menunjukkan adanya kenaikan meski belum signifikan. Pelaku usaha menilai peluang pertumbuhan masih terbuka lebar apabila kapasitas produksi dan sumber daya dapat diperkuat secara bertahap.
Advertisement
Pendiri Wingko dan Bakpia Ngasem, Wiwid, menyampaikan bahwa selama libur Natal dan Tahun Baru, penjualan mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa. Meski belum optimal, capaian tersebut menjadi indikator awal potensi pertumbuhan ke depan.
“Sudah ada kenaikan, meski belum terlalu besar, sekitar 10 persen,” kata Wiwid, Selasa (30/12/2025) lalu.
BACA JUGA
Dalam kondisi normal, omzet harian usaha tersebut berada di kisaran Rp15 juta hingga Rp19 juta per hari. Saat akhir pekan, penjualan dapat meningkat menjadi Rp20 juta hingga Rp30 juta per hari, bahkan pada kondisi ramai tertentu dapat menyentuh Rp32 juta sampai Rp33 juta per hari.
Wiwid menilai potensi peningkatan omzet masih terbuka luas seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Jogja dan semakin luasnya promosi melalui media digital. Menurutnya, promosi melalui platform seperti TikTok berperan dalam menjangkau konsumen baru sekaligus mempertahankan pelanggan lama.
“Ada pembeli baru, ada juga pelanggan yang sudah datang lima sampai sepuluh kali,” ujarnya.
Meski demikian, tantangan utama dalam mendorong pertumbuhan penjualan terletak pada keterbatasan kapasitas produksi dan tenaga kerja. Ketersediaan sumber daya menjadi faktor penentu untuk mengejar permintaan yang berpotensi terus meningkat.
“Permintaan sebenarnya bisa naik, tetapi produksinya masih terbatas. Mencari tenaga kerja sekarang juga tidak mudah,” kata Wiwid.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, pihaknya tetap melakukan penyesuaian produksi. Selama periode ramai, jumlah produksi ditingkatkan dari sekitar 5.000–6.000 buah per hari menjadi sekitar 10.000 buah per hari agar pasokan tetap tersedia.
Ke depan, Wiwid berharap penguatan kapasitas produksi dan dukungan promosi digital dapat mendorong pertumbuhan omzet hingga 50 persen. Ia menilai tren wisata dan minat terhadap oleh-oleh khas Jogja masih menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal.
Harapan tersebut sejalan dengan meningkatnya pergerakan wisatawan serta peran media digital dalam memperluas jangkauan pasar. Dengan pengelolaan produksi yang lebih kuat, usaha bakpia dan wingko di kawasan Ngasem dinilai memiliki prospek berkelanjutan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif Jogja.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penggerobak dan Bank Sampah di Gunungketur Jogja Dapat Apresiasi
Advertisement
Favorit Nataru, KA Joglosemarkerto Angkut Puluhan Ribu Penumpang
Advertisement
Berita Populer
- KAI Daop 6 Tebar Diskon Tiket 30 Persen hingga 10 Januari 2026
- Perputaran Uang di DIY Tembus Rp9 Triliun Selama Libur Nataru
- Harga Emas Galeri 24, UBS, dan Antam Turun Hari Ini
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
- OJK DIY Catat Industri Jasa Keuangan Tumbuh Stabil
- Penjualan Bakpia dan Wingko Pasar Ngasem Ditarget Naik 50 Persen
- Mentan Percepat Rehabilitasi Irigasi Demi Swasembada Beras
Advertisement
Advertisement



