Sempat Menurun, Pengguna KRL Jogja-Solo Diproyeksikan Naik Pascalebaran

Sempat Menurun, Pengguna KRL Jogja-Solo Diproyeksikan Naik PascalebaranKRL Jogja-Solo. - Antara
29 Mei 2021 10:27 WIB Anton Wahyu Prihartono Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Jumlah penumpang KRL Jogja-Solo diproyeksikan akan terus mengalami kenaikan seiring dengan normalnya aktivitas warga pasca pelarangan mudik Lebaran. 

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menyampaikan pada akhir pekan lalu, penumpang KRL Jogja-Solo sudah kembali ke angka 9.000 per hari dari sebelumnya sempat mengalami penurunan.   

"Diproyeksikan jumlah penumpang [KRL Jogja-Solo] akan terus naik. Dan dari anggaran PSO [Public Service Obligation]

untuk 20 jadwal perjalanan sehari, sekarang sudah memberangkatkan 27 perjalanan sehari," katanya, Sabtu (29/5/2021).

Sepanjang bulan puasa lalu, KRL Jogja-Solo melayani 121.417 orang dengan pengguna terbanyak pada Sabtu (1/5/2021) sebanyak 4.958 orang. Kemudian saat masa larangan mudik 6-17 Mei 2021 layanan KRL Jogja-Solo tetap beroperasi dengan 20 perjalanan per hari.

Sepanjang 12 hari pemberlakuan masa larangan mudik, KAI Commuter mencatat jumlah pengguna KRL Jogja-Solo sebanyak 48.572 orang dengan pengguna terbanyak pada Senin (17/5/2021) sebanyak 7.172 orang. Angka ini turun 5,8% dibanding pekan sebelumnya yaitu 51.589 orang.

Sementara itu Stasiun Solo Balapan masih menjadi stasiun yang ramai dibanding stasiun lainnya di wilayah Kota Surakarta. "Selama masa larangan mudik Stasiun Solo Balapan melayani 13.855 pengguna KRL, sementara di Stasiun Purwosari melayani 5.259 pengguna KRL. Tak hanya itu, pengguna KRL yang keluar di Stasiun Solo Balapan sebanyak 12.293 orang dan yang keluar di Stasiun Purwosari berjumlah 7.018 orang," jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba.

Sejalan dengan normalnya kembali aktivitas warga, tak menutup kemungkinan stasiun-stasiun lain juga akan mengalami pertumbuhan pengguna KRL.

Saat ini sebanyak 60% pengguna KRL menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), sementara kartu elektronik bank sebanyak 21%, dan dengan QR Code sebanyak 19%. Sementara itu selama masa larangan mudik KMT yang terjual berjumlah 7.384 unit dan kartu elektronik bank berjumlah 273 unit.

"Layanan KRL Jogja-Solo saat ini seluruhnya sudah dilayani menggunakan tiga rangkaian KRL, dimana dalam satu rangkaian tersebut terdiri dari stamformasi (SF) 8 kereta. Pada awal beroperasinya KRL Jogja Solo Februari lalu, hanya satu rangkaian yang terdiri dari delapan kereta, sedangkan dua lainnya hanya terdiri dari empat kereta. Dengan penambahan panjang rangkaian KRL ini, kapasitas pengguna yang dapat dilayani lebih banyak dan penerapan physical distancing atau jaga jarak aman antara pengguna bisa lebih maksimal," ungkap Anne.

KAI Commuter sebagai operator KRL Jogja-Solo terus berupaya menerapkan protokol kesehatan bagi para penggunanya, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Tak terkecuali saat masa larangan mudik lalu.

KAI Commuter mengimbau para pengguna KRL Jogja-Solo untuk semakin patuh pada protokol kesehatan yang berlaku. "Mohon mengikuti arahan dari petugas di stasiun maupun KRL, antre dengan tertib untuk kesehatan dan kenyaman bersama," tutup Anne.

Ikuti informasi terkini mengenai layanan KAI Commuter melalui akun media sosial resmi di @commuterline.