Bahlil Tambah 4 Kapal BBM ke Bali, Target Cadangan Jadi 15 Hari
Bahlil menambah empat kapal pengangkut BBM ke Bali dan menaikkan target cadangan menjadi 15 hari. Ganjil genap pengisian BBM diperpanjang.
Pesawat Garuda Indonesia mempersiapkan keberangkatan di apron Termial 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten Selasa (13/2/2018). (Bisnis/Felix Jody Kinarwan)).
Harianjogja.com, JAKARTA - Maskapai Garuda Indonesia menjadi bahan pembicaraan publik lantaran mengalami kerugian dengan nilai sangat besar. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan beban operasional maskapai Garuda Indonesia sangat besar setiap bulannya.
Bahkan, lanjut dia, Garuda hanya mampu membayar sepertiga dari beban operasional setiap bulannya. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Kamis (3/6/2021).
"Mau tidak mau, struktur biaya harus dipotong lebih rendah. Sebagai informasi, Garuda punya cost atau biaya per bulan itu 150 juta dolar AS, sementara pendapatannya 50 juta dolar AS, jadi utang 100 juta dolar AS setiap bulan," ujarnya.
Baca juga: Gaji Ke-13 PNS Cair! Ini Daftar Penerima dan Besarannya
Namun begitu, Kartika, yang akrab disapa Tiko, memastikan Kementerian BUMN tidak akan tinggal diam dengan keadaan itu. Saat ini, Kementerian BUMN hingga manajemen tengah berupaya melakukan negosiasi utang.
Salah satunya, berbicara dengan pihak penyewa pesawat atau lessor untuk mengajukan restrukturisasi.
"Mau tidak mau kalau mau renegosiasi secara internasional harus melalui proses legal internasional karena justru mayoritas utang Garuda kepada lessor dan pemegang sukuk internasional," jelas Tiko.
Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan masalah-masalah yang dihadapi Maskapai Garuda Indonesia.
Baca juga: Calon Haji 2021 Dijadwalkan Berangkat Tahun Depan
Menurutnya, penyewaan pesawat atau lessor menjadi beban yang paling besar sampai keuangan maskapai pelat merah berdarah-darah.
Erick mengungkapkan, hingga kini maskapai nasional ini memiliki kontrak penyewaan pesawat dengan 36 Lessor.
"Kami meyakini salah satu masalah terbesar di Garuda itu mengenai lessor, ada 36 lessor yang harus dipetakan ulang," ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (3/6/2021).
Mantan Bos Klub Inter Milan ini melanjutkan, saat ini manajemen Garuda Indonesia mengupayakan negosiasi dengan lessor yang sebelumnya sepakat dengan pihak yang kini tersandung korupsi.
"Tapi Kami mesti jujur tapi memang ada lessor yang tidak ikutan dengan kasus itu, tetapi pada hari ini kemahalan sebab kondisi, dan itu yang kita juga harus negosiasi ulang. Beban terberat saya rasa itu," tutur Erick.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Bahlil menambah empat kapal pengangkut BBM ke Bali dan menaikkan target cadangan menjadi 15 hari. Ganjil genap pengisian BBM diperpanjang.
BGN menguji coba MBG sistem prasmanan di 66 SPPG di 10 provinsi. Hasil awal menunjukkan makanan lebih segar, hangat, dan lebih banyak dikonsumsi.
Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS meninggal dunia di Yogyakarta. Ia pernah memimpin Kopassus dan menjabat KSAD di tiga era presiden.
Survei Poltracking mencatat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran turun dari 81,5 persen pada Oktober 2025 menjadi 64,8 persen pada Oktober 20
Disdikpora Bantul mengingatkan penggunaan AI seperti ChatGPT di sekolah perlu diimbangi berpikir kritis dan pemahaman etika agar siswa tak sekadar menyalin jawa
PLN memastikan blackout Batam-Bintan telah ditangani. Penyebab gangguan masih diselidiki, sementara kompensasi pelanggan mengacu pada aturan.