PPKM Darurat, Jumlah Pengunjung Pasar Turun Signifikan

PPKM Darurat, Jumlah Pengunjung Pasar Turun SignifikanIlustrasi pedagang pasar tradisional saat pandemi Covid-19. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
10 Juli 2021 12:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pasar tradisional dan supermarket mengalami penurunan pengunjung secara signifikan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Pengunjung yang ada di pasar maupun supermarket mengalami penurunan sekitar 50-70 persen. Penurunan menunjukan patuhnya masyarakat dengan imbauan pemerintah untuk di rumah saja. Belanja seperlunya, keluar rumah jika mendesak,” ucap Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto, saat konferensi pers virtual, Jumat (9/7/2021).

Dikatakan Yanto untuk total jumlah pasar di DIY ada 344 yang mencakup Paras Rakyat dan Pasar Desa. Sementara untuk Modern Outlet, Swalayan, Toserba, Toko Modern yang lama ada 705. Yanto mengatakan semua yang menjual kebutuhan pokok masih buka. Hanya saja beberapa pasar dikatakannya memang tidak setiap hari buka.

“Untuk pedagang di pasar di DIY total ada 83.698. Pedagang yang tutup yang biasa menjual fashion. Dalam PPKM ini yang terdampak memang besar. Saat ini untuk bersolek, membeli pakaian masyarakat menahan diri, karena tidak kemana-mana juga. Bahan kebutuhan pokok jadi yang utama, fashion ini pedagang secara otomatis menutup tokonya,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Gunungkidul Serukan Salat Iduladha di Rumah

Yanto Mengharapkan para pedagang dapat sabar menghadapi kondisi saat ini. Kebijakan PPKM Darurat ini semata-mata untuk membantu memutus penyebaran Covid-19. Diharapkan setelah ini ekonomi dapat juga segera pulih. Untuk para konsumen dikatakannya selama PPKM Darurat dan menjelang Iduladha ini tidak perlu panic buying, karena ketersediaan kebutuhan pokok masih cukup dan kondisi harga cenderung stabil.

“Menjadi konsumen yang cerdas, tidak perlu panic buying. Harga hampir semua stabil, memang ada fluktuasi harga di masyarakat. Cabai naik karena pengaruh cuaca. Fluktuasi telur ayam, dan daging ayam disebabkan karena serapan pasar, permintaan menurun,” ucap Yanto.

Berdasarkan data Disperindag DIY, untuk beras medium IR 1 harga rata-rata Rp10.133/kg, IR 2 Rp9.767/kg. Telur Ayam Negeri Rp21.333/kg, Daging Ayam Broiler Rp33.667/kg. Cabai Merah Keriting Rp15.667/kg, Cabai Merah Besar Konsumsi Rp20.667/kg. Cabai Rawit Hijau Rp24.333/kg, Cabai Rawit Merah Rp42.667/kg.