Orang Kaya Indonesia Makin Banyak, Penjualan Mobil Mewah Terus Tumbuh

Orang Kaya Indonesia Makin Banyak, Penjualan Mobil Mewah Terus TumbuhBMW 740Li. - BMW Indonesia
12 Juli 2021 17:27 WIB Dionisio Damara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Kelesuan ekonomi yang diakibatkan Covid-19 tidak menyurutkan hasrat orang kaya di Indonesia untuk membeli mobil mewah. Realisasi penjualan mobil premium tumbuh sepanjang bulan lalu.

Laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan bahwa kinerja penjualan merek mobil mewah, tanpa insentif PPnBM 100 persen, mencatat pertumbuhan sepanjang Juni 2021.

Total ada empat pabrikan yang berhasil menorehkan capaian positif pada bulan lalu, mereka adalah Mercedes-Benz, BMW, Mini, dan Lexus.

Berdasarkan Gaikindo, Lexus menjadi merek premium dengan pertumbuhan penjualan tertinggi, yakni 26,74 persen atau dari 86 unit pada Mei menjadi 109 unit per Juni. Hal ini sekaligus menjadi capaian tertinggi Lexus sepanjang semester I/2021.

Sementara itu, Mini menjadi pabrikan kedua dengan pertumbuhan tertinggi. Bulan lalu, merek asal Inggris ini melego 73 unit, naik 10,6 persen dibandingkan Mei yang membukukan penjualan 66 unit. 

Pertumbuhan kedua merek ini bahkan lebih tinggi dari total penjualan ritel nasional yang hanya tumbuh 2,5 persen secara bulanan. Sebagaiman diberitakan, Gaikindo mencatat penjualan ritel pada Juni mencapai 65.765 unit, sementara Mei sebanyak 64.175 unit.
 
Pada posisi ketiga ada BMW yang berhasil mencatatkan pertumbuhan 2,53 persen secara bulanan. Sepanjang Juni, pabrikan asal Munich, Jerman, ini menjual 2020 unit, sementara bulan Mei membukukan penjualan ritel sebanyak 197 unit.
 
Adapun, rival utama BMW, yaitu Mercedes-Benz menjadi pabrikan dengan volume penjualan ritel terbanyak dengan capaian 210 unit. Akan tetapi, jumlah tersebut tumbuh tipis atau hanya sebesar 1,4 persen jika dibandingkan Mei yang melego 207 unit.
 
ADapun pertumbuhan penjualan mobil mewah di Indonesia sejalan dengan penelitian dari Credit Suisse, lembaga keuangan internasional yang berbasis di Zurich, Swiss pada 2020.

Berlandaskan penelitian itu, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengatakan jumlah orang dewasa di Indonesia yang memiliki kekayaan di atas US$1 juta atau Rp14,48 miliar meningkat.
 
“Pandemi mengakibatkan perekonomian Indonesia merosot [kontraksi]. Namun, jumlah orang dewasa dengan kekayaan di atas US$1 juta naik tajam sebesar 61,7 persen, dari 106.215 orang tahun 2019 menjadi 171.740 orang,” cuitnya di Twitter, Sabtu (10/7/2021).
 
Sebelumnya, ekonom Awalil Rizky memaparkan analisis yang diambil dari sumber yang sama, bahwa meski pandemi meningkatkan pengangguran dan kemiskinan di Indonesia, penduduk super kaya bertambah pada rentang 2019–2020.
 
“Jumlah sangat kaya [>US$100 juta] bertambah 341 orang pada 2019 dan menjadi 417 orang tahun 2020,” ujar Awalil.
 
Kenaikan pun terjadi di kelompok yang lebih kaya. Contohnya, jumlah orang dewasa di Indonesia dengan kekayaan US$10 juta hingga US$50 juta atau Rp144,87 miliar sampai Rp724,36 miliar, menjadi 7.616 orang pada 2020 dibandingkan 2019, yakni 5.210 orang.
 
Selain itu, orang dengan kekayaan di atas US$500 juta atau Rp7,24 triliun ada sebanyak 50 orang pada 2020, bertambah empat orang jika dibandingkan dengan tahun 2019.
 
Dikutip dari Global Wealth Report pada 2021, yang diterbitkan oleh Credit Suisse, data tersebut muncul ketika 4,4 persen dari total kekayaan rumah tangga global merugi sepanjang Januari–Maret 2020, sementara kekayaan orang dewasa di dunia turun 4,7 persen.

Sumber : JIBI/Bisnis.com