Zaman Digital, Penjualan Pulsa Mayoritas Masih secara Tradisional

Zaman Digital, Penjualan Pulsa Mayoritas Masih secara TradisionalIlustrasi - Istimewa
19 Juli 2021 12:27 WIB Leo Dwi Jatmiko Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Di era teknologi canggih seperti saat ini, penjualan paket dan perdana operator seluler masih bertumpu pada jalur kanal tradisional. Akses terhadap uang digital dan perbankan yang terbatas menjadi salah satu alasan kanal digital gagal menandingi kanal tradisional.

Dikutip dari Bisnis.com, Group Head Corporate Communications PT XL Axiata Tbk. (EXCL) Tri Wahyuningsih mengatakan kanal tradisional menjadi yang paling sering dikunjungi masyarakat untuk membeli pulsa, paket data, dan produk perseroan lainnya. Mayoritas penjualan produk XL pun mengalir lewat kanal tersebut. 

“Saat ini lebih dari 50 persen penjualan paket dan perdana masih melalui jalur ritel tradisional, seperti toko pulsa,” kata Ayu kepada Bisnis, Minggu (18/6/2021).

Ayu menuturkan sejak Pemberlakukan Pembatasan Pergerakan Masyarakat (PPKM) darurat, perseroan belum melihat adanya perubahan yang signifikan terkait dengan penjualan melalui kanal tradisional. Biasanya, pembelian paket lebih banyak terjadi di awal atau akhir bulan.

XL Axiata sendiri masih terus melakukan pemantauan untuk melihat dampak lebih lanjut dari PPKM darurat terhadap penjualan melalui kanal agen, toko, dan kios pulsa.

Ayu menjelaskan saat ini memang pihaknya masih mengandalkan kanal tradisional di tengah terbatasnya akses uang digital dan perbankan. Terbatasnya akses itu membuat pelanggan tidak dapat melakukan pembelian daring atau lewat kanal digital.

“Meski demikian XL Axiata sudah bekerja sama dengan banyak penyelenggara uang digital dan perbankan, sehingga siap untuk mempermudah pelanggan melakukan transaksi daring,” kata Ayu.

Sekadar informasi, hingga kuartal I/2021, XL Axiata memiliki 56,02 juta pelanggan. Lebih dari 50 persen dari jumlah tersebut membeli pulsa lewat kanal tradisional.

Selain XL, PT Indosat Tbk. dan PT Smartfren Telecom Tbk. juga mengalami hal yang sama. SVP Head Corporate Communications Indosat Steve Saerang mengatakan bahwa porsi penjualan produk Indosat melalui kanal luring atau offline cukup besar.

Steve tidak memberitahu lebih detail seberapa besar porsi penjualan lewat kanal tradisional. Dia hanya menceritakan bahwa promosi harga dan kemudahan memilih berbagai program yang ditawarkan di toko, menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan untuk tetap berbelanja di kanal tradisional.

Hingga kuartal I/2021, Indosat memiliki 60 juta pelanggan. Perusahaan yang sedang dalam jalur untuk melebur dengan PT Hutchison 3 Indonesia itu juga memiliki kanal digital untuk mendorong produk-produk mereka.

“Selain itu pelanggan sudah sekian lama terbiasa mendatangi kanal fisik untuk bertransaksi secara langsung sambil mencari kebutuhan sehari-hari lainnya,” kata Steve.

Sementara itu, Deputi CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim mengatakan bahwa lebih dari 80 persen produk Smartfren terjual melalui kanal tradisional, sedangkan untuk kanal digital masih di bawah 20 persen.

Penjualan lewat kanal digital, kata Djoko, tumbuh lebih lambat dari kanal tradisional karena membutuhkan rekening bank digital, sedangkan masih banyak masyarakat yang belum memiliki rekening bank, apalagi dompet digital.

“Pelanggan juga ingin dilayani lebih, sehingga ketergantungan terhadap toko pulsa atau kanal tradisional masih sangat tinggi sekali,” kata Djoko.

Smartfren mengklaim hingga Juni 2021 telah melayani sekitar 30 juta pelanggan, dengan mayoritas pelanggan membeli pulsa dari kanal tradisional. 

Sumber : Bisnis.com