Di Solo, Ada Nasi Goreng PPKM, Harganya Cuma Rp1.000. Mau?

Di Solo, Ada Nasi Goreng PPKM, Harganya Cuma Rp1.000. Mau?Koki nasi goreng Bakmi Pak Met memasak Nasi Goreng PPKM di Jl. Veteran, Serengan, Solo, pada Selasa (10/8/2021). - Solopos/Ichsan Kholif Rahman
11 Agustus 2021 12:37 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, SOLO-Warung Bakmi Pak Met di Jl. Veteran, Serengan, Solo, menjual nasi goreng dengan harga murah yaitu hanya Rp1.000 per porsi untuk masyarakat Solo. Sebanyak 250 porsi nasi goreng telur pun ludes terjual tak kurang dari satu jam. 

Pengelola Warung Bakmi Pak Met, Bambang Setiadji, kepada wartawan, Selasa (10/8/2021) mengatakan nasi goreng itu mengusung tema Nasi Goreng PPKM. Ide menjual nasi goreng murah itu berawal dari diskusi grup Whatsapp kelompoknya. Ia menyebut nasi goreng itu merupakan inisiasi dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Solo, Ikatan Sarjana Ekonomi Solo, Ikatan Cendekiawan Muslim Solo, dan Aisyiyah Danukusuman.

“Ini untuk menggembirakan masyarakat Solo di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Seluruh organisasi kolektif ambil bagian untuk mendukung Nasi Goreng PPKM,” papar dia.

Ia mengaku harga asli nasi goreng di Warung Bakmi Pak Met yakni Rp20.000. Sebagai bentuk dukungan, ia menjual nasi goreng itu Rp5.000 untuk mengganti biaya produksi. Oleh organisasi pengusung, nasi goreng hanya dijual Rp1.000 sebagai infak.

Bambang menambahkan untuk menghindari kerumunan, penyelenggara membuat kupon yang bisa diambil pukul 15.00 WIB. Kupon itu bisa ditukar dengan nasi goreng pukul 16.30 WIB. “Ya biar tidak ada kerumunan, warga mengambil kupon dulu. Lalu bisa mengambil nasi goreng beberapa jam kemudian,” imbuh dia.

Baca juga: Warga DIY Boleh Lomba Agustusan dan Tirakatan, Asal....

Menurut Bambang, untuk mempercepat, proses memasak nasi goreng menggunakan mesin. Rencananya, Nasi Goreng PPKM akan berlangsung hingga 17 Agustus mendatang. Lalu, Nasi Goreng PPKM akan dibagikan ke masyarakat secara langsung mulai 17 Agustus hingga 21 Agustus mendatang.

Salah seorang warga Tipes, Solo, Sri Redjeki, 50, mengaku baru pertama kali mencoba nasi goreng itu. Menurutnya, nasi goreng yang dijual murah itu sangat membantu masyarakat. “Tadi dapat info dari grup pengajian, lalu saya coba ambil kupon. Ternyata dapat dan bisa makan nasi goreng bersama keluarga,” papar dia.

Ia menambahkan setiap kupon berlaku untuk dua porsi nasi goreng. Ia mengaku sangat terbantu sekali dengan aksi itu. Ia berharap aksi sosial serupa terus dilakukan mengingat banyak masyarakat yang terkena dampak PPKM.

“Bisa ditiru oleh organisasi lain agar meluas dan seluruh elemen masyarakat terbantu,” papar Sri.

Sumber : Solopos.com