Advertisement
PUPR Siapkan Rp28,2 Triliun untuk Bantuan Pembiayaan Perumahan
Foto aerial kompleks perumahan bersubsidi di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (31/1/2020). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran perumahan bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp11 triliun untuk 102.500 unit rumah pada 2020. Antara - Nova Wahyudi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP sebesar Rp28,2 triliun untuk 2022 mendatang.
Herry Trisaputra Zuna, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Rakyat Kementerian PUPR, mengatakan bahwa FLPP masih akan berlanjut di tahun depan. Pemerintah pun masih akan mengalokasikan anggaran untuk pembiayaan perumahan subsidi.
Advertisement
“Pemerintah akan mengalokasikan bantuan pembiayaan perumahan dengan total Rp28,2 triliun untuk target 200.000 unit rumah subsidi melalui dana FLPP,” katanya dalam seminar daring di Jakarta, Jumat (20/8/2021).
Herry menuturkan, tahun ini pemerintah mengalokasikan bantuan pembiayaan perumahan sebanyak 157.500 unit melalui FLPP. Selain itu, ada juga Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebanyak 18.000 unit.
Adapun, realisasinya penyaluran FLPP hingga Agustus 2021 telah mencapai lebih dari 73 persen.
“Menurut kami, ini perlu dimanfaatkan bersama dalam rangka memberikan rumah bagi semua masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR yang membutuhkan,” ujarnya.
Sebagai informasi, capaian kinerja subsidi perumahan FLPP, Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan BP2BT selama enam tahun terakhir mencapai rata-rata 200.000 unit per tahun.
Baca juga: 5.208 Warga Sleman Saat Ini Masih Isoman
Sementara itu, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) mencapai kurang lebih 139.000 unit per tahun.
Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR juga menyebutkan per 10 Agustus 2021 telah menyalurkan dana FLPP sebanyak 72,02 persen dari target 157.500 unit pada 2021.
Tercatat dari dashboard management control PPDPP, dana yang tersalurkan untuk FLPP per 10 Agustus sebanyak 113.438 unit atau senilai Rp12,37 triliun, sehingga total penyaluran periode 2010—2021 sebanyak 878.293 unit atau Rp67,96 triliun.
Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan bahwa dari penyaluran ini diprediksi target pencapaian akan selesai Oktober mendatang, sesuai kesepakatan antara PPDPP dan bank pelaksana FLPP.
Rencananya, akhir Agustus mendatang, PPDPP akan mengadakan pertemuan dengan bank pelaksana terkait dengan evaluasi kuartal III/2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Konsumsi BBM Naik, Pertamina Pastikan Stok di DIY dan Jateng Aman
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Konsumsi Pertamax Melonjak 33,9 Persen Selama Periode Lebaran 2026
- BI Prediksi Ekonomi DIY Triwulan I 2026 Melaju Berkat Efek Lebaran
- Isu Dirut Bulog Jadi Kabais TNI Ternyata Tidak Benar
- Lonjakan Harga BBM Picu Gangguan Pasokan di SPBU Inggris
- BI DIY Salurkan Rp4,71 Triliun Uang Kartal Selama Ramadan 2026
- Update Harga Emas Minggu: UBS, Galeri24, Antam Kompak Menguat
- Mobil Listrik China Kuasai Pasar Indonesia, Penjualan Naik 135 Persen
Advertisement
Advertisement







