Pertamina Resmikan SPBG Berkapasitas 30.000 Liter Premium Per Hari

Pertamina Resmikan SPBG Berkapasitas 30.000 Liter Premium Per HariPengoperasian SPBG berkapasita 30.000 liter premium per hari, Jumat (20/8/2021). - Ist.
21 Agustus 2021 11:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pertamina secara resmi mengoperasikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang berkapasitas 1 MMSCFD atau setara dengan 30.000 liter premium per hari (lsp). Keberadaan SPBG ini menambah jumlah outlet penyediaan BBG pada program konversi di sektor transportasi yang dikelola Pertamina Group . Kedepannya, akan dilakukan peningkatan utilisasi pada agar dapat melayani pelanggan di sektor rumah tangga dan industri retail.

Pengoperasian SPBG Kaligawe tersebut diresmikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji didampingi oleh Direktur Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin, Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina Iman Rachman, dan Direktur Utama PT PGN Tbk, M. Haryo Yunianto, Jumat (20/8/2021).

BACA JUGA : Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Jawa Tengah

Dirjen Migas ESDM Tutuka Ariadji menjelaskan SPBG ini memudahkan pengisian bahan bakar gas, selain ekonomis, BBG juga mendorong terwujudnya udara bersih. Dengan konversi BBM ke BBG akan didapatkan emisi kendaraan lebih rendah sehingga menjadi lebih ramah lingkungan. SPBG dapat mendorong masyarakat Semarang menggunakan BBG yang ramah lingkungan dan ekonomis.  

“Untuk itu, semoga kami dapat merealisasikan rencana untuk mempeluas pemanfaatan SPBG Kaligawe secara berkelanjutan. Penghematan penggunaan BBG ini bisa mencapai sekitar 13 persen dengan asumsi kebutuhan solar untuk satu unit bus sekitar 50 liter per hari dengan harga Rp5.150 per liter. Jika menggunakan BBG biaya per lsp seharga Rp 4.500,” katanya dalam rilisnya. 

Direktur SPPU Pertamina Iman Rachman menjambahkan SPBG Kaligawe direncanakan akan menyuplai 200 bus Trans Semarang. Rata-rata pemakaian gas untuk 200 unit bus sekitar 8.400 lsp. Dari pemanfaatan SPBG Kaligawe yang berkapasitas 30.000 lsp, masih ada sekitar 21.600 lsp yang bisa dipakai untuk 500 – 600 kendaraan lain.  

“SPBG ini menjadi salah satu titik suplai penyediaan bahan bakar gas di wilayah Jawa Tengah dan pada akhirnya dapat mendorong bisnis gas secara keseluruhan di wilayah tersebut,” katanya.

BACA JUGA : Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Jateng dan DIY

Direktur Utama PGN, Haryo Yunianto menambahkan, PGN sebagai Subholding Gas Pertamina akan melakukan penambahan titik suplai bahan bakar gas khususnya sektor transportasi di tempat lain, sehingga dapat semakin mempermudah akses masyarakat.

“Lokasi SPBG Kaligawe sudah cukup strategis di dekat ruas jalan nasional. Maka perlu dilakukan survey lebih mendetail terutama capturing potensi demand transportasi diluar bus trans Semarang, seperti angkutan kota yang melewati Jalan Raya Kaligawe,” ujar Haryo.