Restitusi Pajak Turun Jadi Rp198,7 Triliun, DJP Mulai Melonggarkan
Restitusi pajak hingga September 2026 turun 38,08% menjadi Rp198,7 triliun. Kemenkeu mulai melonggarkan pencairan bagi UMKM dan industri padat karya.
Ilustrasi pajak
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah kembali memperpanjang diskon pajak atau Pajak Pembelian Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) 100 persen untuk kendaraan bermotor sampai Desember 2021. Perpanjangan insentif dilakukan untuk menstimulasi konsumsi masyarakat kelas menengah seiring dengan perkembangan positif penanganan Covid-19.
Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 120/PMK 010/2021, insentif yang diperpanjang hingga akhir tahun meliputi PPnBM DTP 100 persen untuk segmen kendaraan bermotor penumpang dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc; PPnBM DTP 50 persen untuk kendaraan bermotor penumpang 4x2 dengan kapasitas mesin >1.500 cc s.d 2.500 cc; serta PPnBM DTP 25 persen untuk kendaraan bermotor penumpang 4x4 dengan kapasitas mesin >1.500 cc s.d.2.500 cc.
Direktur Eksekutif Instute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai kebijakan tersebut tidak akan terlalu efektif untuk meningkatkan konsumsi masyarakat kelas menengah.
Meskipun sempat terlihat adanya geliat positif dari produksi dan khususnya penjualan mobil, Tauhid mengatakan kondisi perbankan yang masih berhati-hati dalam menyalurkan kredit menjadi pengganjal dari aktivitas konsumsi khususnya kendaraan bermotor.
"Kan sebagian besar kendaraan roda empat itu sebagian besar dibeli dengan kredit. Karena perbankan masih hati-hati kita lihat dari kredit konsumsi, kemarin sempat negatif pertumbuhannya, sekarang ada tapi tetap masih relatif kecil. Meskipun ada PPnBM tapi perbankan masih hati-hati ya tidak terlalu efektif," kata Tauhid kepada Bisnis, Jumat (17/9/2021).
Tauhid melihat bahwa perbankan dalam situasi ketidakpastian yang tinggi melihat risiko yang tinggi. Terlebih, jika loan at risk (LAR) atau potensi kredit gagal bayar masih besar.
"Kalau loan at risk-nya masih relatif tinggi, otomatis untuk penyaluran kredit terutama investasi , modal kerja, atau konsumsi juga akan relatif tertahan. Artinya mungkin kalau kita lihat [penjualan kendaraan bermotor] awalnya sempat tinggi, itu mungkin punya cash-nya lebih banyak. Tapi bagi kelas menengah yang model penjualannya dengan kredit, ini agak susah karena situasi seperti saat ini dan perbankan lebih hati-hati," jelasnya.
Adapun, berdasarkan catatan Bisnis-jaringan Harianjogja.com, wholesale pada Juli 2021 sebanyak 66.639 unit atau turun 8,4 persen dibandingkan dengan Juni 2021 yang membukukan penjualan 72.720 unit.
Sementara, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesale pada Agustus 2021 sudah kembali meningkat atau menyentuh level normal sebelum pandemi, atau 83.319 unit.
Tauhid menambahkan, jika ingin menstimulasi konsumsi agar mendorong pertumbuhan ekonomi, maka konsumsi yang perlu didorong adalah konsumsi masyarakat. Untuk kelas menengah, maka konsumsi yang perlu didorong adalah pada kegiatan-kegiatan leisure seperti berwisata, restoran, hotel, dan lain-lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Restitusi pajak hingga September 2026 turun 38,08% menjadi Rp198,7 triliun. Kemenkeu mulai melonggarkan pencairan bagi UMKM dan industri padat karya.
Pemkot Jogja menyiapkan pembiayaan melalui Jamkesda bagi korban kekerasan saat demonstrasi 28 Oktober 2026 setelah verifikasi Dinsos.
KSPSI AGN-ATUC Gunungkidul mengusulkan UMK 2027 minimal Rp2.659.000 atau naik 7,5%-10% demi menjaga daya beli pekerja.
Mentan Amran mengungkap 13 tersangka dalam delapan kasus pelanggaran beras yang melibatkan 15 merek. Pelaku terancam pidana hingga tujuh tahun.
Polresta Jogja menetapkan pria berinisial W sebagai tersangka dan menahannya setelah kedapatan membawa senjata tajam saat aksi 28 Oktober di Malioboro.
Produksi ikan budidaya Kota Jogja rata-rata 48,59 ton per tahun. Pemkot mendorong pengembangan pokdakan untuk memenuhi kebutuhan warga.