Digitalisasi Wisata untuk Pemulihan Ekonomi

Digitalisasi Wisata untuk Pemulihan EkonomiPenandatanganan kerja sama, dan launching Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) BPD DIY, pada aplikasi Visiting Jogja dengan PT TWC, di Rama Shinta Garden Resto, Rabu (3/11/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi.
04 November 2021 06:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, BPD DIY, dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), Bank Indonesia (BI) DIY jalin sinergi dan melakukan digitalisasi untuk mendukung pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan kerja sama, dan launching Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) BPD DIY, pada aplikasi Visiting Jogja dengan PT TWC, di Rama Shinta Garden Resto, Rabu (3/11/2021). Adanya QRIS ini hadir untuk mempermudah transaksi keuangan masyarakat, hingga dapat mendorong perekonomian.

BACA JUGA : Permudah Masyarakat Desa di Kulonprogo Akses Bank

QRIS memungkinkan transaksi keuangan dilakukan tanpa uang tunai dan tidak membutuhkan pertemuan fisik, sehingga sangat sesuai untuk digunakan pada situasi pandemi. Sektor wisata menjadi salah satu sasaran digitalisasi ini. Dengan aplikasi Visiting Jogja diharapkan juga dapat dimanfaatkan oleh wisatawan dalam memesan dan membeli tiket destinasi wisata di DIY secara daring.

Wisatawan dapat mencari atau mengakses informasi terkait destinasi wisata, jam buka masing-masing objek wisata, harga tiket dan lokasi destinasi. Integrasi Visiting Jogja dan QRIS BPD DIY, wisatawan dapat memesan atau membeli tiket secara daring.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Singgih Raharjo mengatakan selama pandemi Dinpar DIY bersama stakeholder terkait melakukan tiga hal. Adaptasi, inovasi, serta kolaborasi. Hal tersebut juga terus didorong hingga saat ini.

“Adaptasi dengan penyusunan SOP, inovasi dengan aplikasi Visiting Jogja, meminimalisir pembayaran tunai. Kemudian kolaborasi, ini juga sebagai wujud kolaborasi nyata, kongkrit. Dengan Visiting Jogja, QRIS BPD DIY ini semakin mempermudah wisatawan dan tentunya sebagai upaya menjaga prokes,” ucap Singgih.

Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad mengharapkan dengan sinergi ini dapat mendukung pemulihan ekonomi. “Kolaborasi sinergi ini endingnya untuk perekonomian DIY. Kami juga mendukung untuk pendanaan masyarakat, ini kan ekonomi mulai berjalan lagi. Kemarin sempat terhenti, mungkin ada yang kendala modal. Kami siap membantu,” ujar Santoso.

Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) Edy Setijono menyambut baik sinergi ini, dan siap mengimplementasikan digitalisasi ini. Menurutnya hal ini sangat dibutuhkan. “Sangat dibutuhkan. Saat wisata kena dampak Covid-19, pelaku usaha, regulator perlu melakukan upaya bersama. Mempersiapkan bangkitnya sektor wisata. Upaya digitalisasi bagian penting transformasi bisnis,” ujar Edy.

Plt. Kepala BI DIY, Miyono melihat sektor pariwisata dan turunannya memang memiliki andil yang besar dalam perekonomian di DIY. “Ini momen bagus pemulihan pariwisata dan ekonomi. QRIS untuk nasional sudah terlampaui 12 juta. Untuk di Jogja QRIS sudah ada lebih dari 316.000 merchant ini sudah terlampaui juga dari target. Dukungan dari BPD DIY juga,” ucap Miyono.

BACA JUGA : Bank BPD DIY dan Rumah Sakit Panti Rini Perkuat Kerja Sama

 Diketahui untuk mendukung pengoperasian QRIS BPD DIY, merchant juga dibekali dengan aplikasi QRIS Ultimate Automated Transaction (QUAT) BPD DIY. Aplikasi tersebut memudahkan para merchant untuk memantau transaksi yang dilakukan melalui QRIS BPD DIY.

Untuk sinergi tahap awal ini dilakukan penjualan paket premium Prambanan yaitu, Prambanan include meals dan Pruputan Prambanan. Kedepan secara bertahap akan dilengkapi dengan paket-paket premium di destinasi TWC lainnya, untuk mendukung terciptanya quality tourism.