Advertisement

Dukung G20, Pertamina Percepat Transisi Energi

Nina Atmasari
Kamis, 24 Maret 2022 - 18:47 WIB
Nina Atmasari
Dukung G20, Pertamina Percepat Transisi Energi Delegasi First G20 Environment Deputies Meeting and Climate Sustanability Working Group (1st G20 EDM-CSWG) naik VW di Balkondes CSR Pertamina Desa Karangrejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (24/3/2022). - Harian Jogja/Nina Atmasari

Advertisement

Harianjogja.com, MAGELANG - Presidensi Government Group 20 (G20) Indonesia 2022 memprioritaskan transisi energi berkelanjutan sebagai salah satu isu utama yang harus ditindaklanjuti secara global dan kolektif. Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) negara angota G20, Pertamina mendukung penuh upaya tersebut. Wujudnya, fokus menjalankan  inisiatif strategis demi meningkatkan ketersediaan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Pertamina bertekad untuk mempercepat seluruh program green energy transition. Khususnya delapan insiatif yang sudah dijalankan dari hulu hingga hilir,” kata Chief Executive Officer (CEO) Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) Dannif Danusaputro, di sela kegiatan di Balkondes CSR Pertamina Desa Karangrejo, Borobudur, Kabupaten  Magelang, Kamis (24/3/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian First G20 Environment Deputies Meeting and Climate Sustanability Working Group (1st G20 EDM-CSWG) atau Pertemuan pertama G20 Deputi Lingkungan dan Kelompok Kerja (Pokja) Keberlanjutan Iklim. Mereka melihat dari dekat lingkungan di seputaran Candi Borobudur dengan village tour menggunakan mobil VW, lengkap dengan pakaian tradisional batik dan topi caping dari bahan bambu.

Baca juga: Kinerja Pendapatan dan Belanja APBN di DIY Serta Sinergi Kemenkeu Satu untuk UMKM

Dannif Danusaputro menjelaskan Pertamina saat ini telah menugaskan Subholding PNRE mengimplementasikan agenda strategis perusahaan, untuk mencapai target bauran energi dengan mencapai 31 persen EBT pada tahun 2030. Langkah-langkah tersebut semakin kuat dengan hadirnya dukungan global yang disuarakan dalam Task Force Energy, Sustainable & Climate B20.

“Dukungan diberikan dalam serangkaian pertemuan dan aksi, untuk menyuarakan aspirasi, dari  berbagai segmen termasuk pelaku industri,” tuturnya.

Menurut Dannif, inisiatif strategis yang terus dilakukan Pertamina, seperti merealisasikan target pengembangan energi bersih sebesar 10 gigawatt (GW) hingga 2026. Juga mengembangkan proyek carbon capture utilization and storage (CCUS) seperti di Lapangan Sukowati dan Gundih. Termasuk melanjutkan mekanisme pembangunan energi bersih di operasi panas bumi dan memasang panel surya dengan kapasitas total 500 MW hingga 2030 untuk penggunaan daya internal di seluruh wilayah operasi Pertamina Grup.

“Mengembangkan konsep green energy station atau GES.  Yaitu SPBU dengan konsep hijau, menggunakan PLTS sebagai sumber energi listrik, masa depan, digital, dan bahan bakar lebih ramah lingkungan,” ungkapnya

Advertisement

Pertamina terus memastikan akan menjadi terdepan dalam mendukung kebijakan Pemerintah yang menargetkan penurunan emisi sebesar 29% pada tahun 2030. Dimana ditargetkan pengurangan  emisi sebanyak 314 juta ton setara CO2 (tCO2e) pada tahun 2030.

“Untuk dapat memberikan hasil yang signifikan dalam memitigasi perubahan iklim, maka dengan pola bisnis seperti saat ini, sektor Migas secara global harus mengurangi emisi setidaknya 3,5 gigaton setara karbon dioksida (GtCO2e) per tahun pada tahun 2050,” tegasnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Sering Dilalui Kendaraan Proyek, Jalan di Gunungkidul Ini Rusak Parah

Gunungkidul
| Kamis, 01 Desember 2022, 13:47 WIB

Advertisement

alt

Ketep Summit Festival 2022 Siap Obati Kerinduan Pencinta Seni dan Wisata

Wisata
| Kamis, 01 Desember 2022, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement