Advertisement
Pelaku Bisnis Perjalanan Tidak Berharap Banyak dari Mudik Tahun Ini
Suasana di Terminal Jombor, Rabu (17/6/2020) yang masih sepi mobilitas bus meski sudah mulai ada peningkatan dibandingkan bulan lalu. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY tidak berharap banyak dengan lampu hijau pemerintah untuk mudik di 2022 ini. Organda DIY sudah bersyukur dengan mulai berjalannya angkutan saat ini.
"Pada dasarnya kami sudah siap. Namun, tidak ada persiapan khusus memang. Kami juga tidak memprediksi atau berspekulasi tanggal berapa nanti puncak arus mudik atau balik. Realistis, bersyukur saja sudah bisa berjalan saat ini. Kami juga sudah biasa menghadapi kebijakan pemerintah yang berubah-ubah," ucap Ketua Organda DIY, Hantoro, Rabu (30/3/2022).
Advertisement
Hantoro mengaku sudah tidak berharap banyak pada kebijakan pemerintah. "Swasta kalau tidak bergerak sendiri kan tidak bisa. Terpenting saat ini kami sudah bisa jalan. Baik yang angkutan reguler, ataupun untuk yang wisata. Namun, untuk yang kemarin sempat kena PHK [Pemutusan Hubungan Kerja] pekerjanya, apa sudah bisa kembali sepenuhnya atau belum, saya tidak bisa mengungkapkan," ucap Hantoro.
Lain halnya dengan Hantoro, Wakil Ketua Bidang Pemasaran dan Komunikasi Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY, Fachri Herkusuma menilai kebijakan pelonggaran untuk mudik akan berpengaruh. Namun, ia juga mengatakan pengaruh tersebut tidak akan besar.
Baca juga: Masyarakat Boleh Mudik Lebaran, Ini Syaratnya
"Akan berdampak, namun tidak besar, karena masih ada pembatasan juga buat yang mudik. Sebenarnya kebijakan tanggung juga kan, untuk mudik ini, karena masih ada pembatasan yang bisa mudik menggunakan pesawat atau kereta yang sudah vaksin ketiga atau booster," ujar Fachri.
Fachri mengharapkan nantinya segera ada percepatan vaksin booster. Sehingga akan berdampak juga pada bisnis perjalanan. Pihaknya pun berkolaborasi dengan sejumlah stakeholder, seperti Polda DIY mendukung percepatan vaksinasi booster ini.
"Penerapan prokes tetap menjadi perhatian kami. Kami tentu berharap dengan kebijakan untuk mudik tahun ini, menjadi angin segar buat kami. Banyak yang menggunakan kendaraan kami nantinya, menggunakan jasa pemandu dari kami," ucapnya.
Diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersilahkan masyarakat melakukan mudik lebaran Idulfitri tahun ini, dengan syarat sudah mendapatkan dua kali vaksin dan satu kali booster serta menerapkan prokes yang ketat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
- Cek Saldo Minimum Mandiri, BRI, BNI Terbaru Februari 2026
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Di Forum AS, Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Gagal Bayar Utang
- Kelas Menengah Indonesia Menyusut, Ekonom Soroti Ancaman Mobilitas
- Bukber di Kulonprogo, Santap Kambing Guling dengan View Bandara
- Promo Bright Gas Ramaikan Kampoeng Ramadan Jogokariyan 2026
- Menperin: Produksi Pikap Mampu Penuhi 70.000 Unit, Potensi Rp27 T
- BI Yakin Inflasi Ramadan 2026 Terkendali di Target 2,5 Persen
- Tukar Uang Baru Lebaran 2026 Lewat PINTAR BI Dibuka 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement








